KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Menjelang Ramadan, potensi kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) menjadi perhatian Dinas Perdagangan Kota Samarinda.
Kondisi ini tak lepas dari Kota Samarinda yang bukan daerah produsen, sehingga pasokan masih bergantung pada distribusi dari luar daerah.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat Samarinda didatangkan dari luar daerah. Komoditas seperti cabai, misalnya, umumnya berasal dari Sulawesi dan wilayah luar Kalimantan Timur.
“Samarinda memang bukan daerah produsen. Hampir semua kebutuhan didatangkan dari luar, terutama cabai yang biasanya dari Sulawesi dan daerah lain,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan permintaan saat Ramadan kerap dibarengi dengan kendala pasokan di daerah produsen. Faktor cuaca seperti musim hujan di Jawa bisa memengaruhi produksi, sehingga stok berkurang dan harga berpotensi naik.
Untuk menahan laju kenaikan harga, Disdag Samarinda menyiapkan langkah berupa operasi pasar murah. Skema ini dinilai efektif karena harga komoditas dibantu pemerintah, baik melalui subsidi maupun penjualan di harga pokok.
“Kami juga mengadakan operasi pasar, di mana harganya dibantu pemerintah, bisa disubsidi atau dijual minimal di harga asal,” jelas Nurrahmani.
Operasi pasar tersebut digelar secara rutin di kecamatan-kecamatan. Biasanya menjangkau sekitar 10 kecamatan dan dilaksanakan dua kali menjelang Lebaran, dengan waktu pelaksanaan yang menyesuaikan kondisi pasar.
“Biasanya pertengahan bulan jelang Lebaran, tapi melihat kondisi juga. Pernah dilakukan dua sampai hampir tiga kali dengan sesi yang berbeda,” katanya.
Selain itu, Disdag juga memperkuat komunikasi dengan distributor agar pasokan tetap terjaga. Distributor diminta melakukan antisipasi lebih awal, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran, dengan aktif berkoordinasi langsung dengan produsen.
“Kami sudah sampaikan ke distributor supaya melakukan antisipasi, terutama mendekati Lebaran, agar stok minimal tidak kosong,” ujarnya.
Di sisi lain, peran petani lokal juga didorong melalui Ketapang Tani untuk membantu distribusi hasil panen di dalam daerah. Upaya ini diharapkan dapat menjadi penyangga tambahan di tengah tingginya permintaan masyarakat.
“Ketapang Tani juga kita harapkan bisa membackup petani lokal, terutama untuk distribusi agar dijual di dalam daerah,” pungkasnya. (mell)
