KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Polresta Samarinda mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri. Kesiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional yang digelar secara terpusat melalui Zoom Meeting dari Mabes Polri.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan rapat tersebut menjadi langkah awal menyamakan persepsi seluruh wilayah terkait pola pengamanan Lebaran tahun ini. “Tadi sudah kita laksanakan rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini terpusat dari Mabes Polri dan diikuti seluruh wilayah,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Dalam arahannya, Mabes Polri meminta setiap daerah menghadirkan para pemangku kepentingan untuk memastikan pengamanan berjalan komprehensif. Secara umum, arahan yang disampaikan masih bersifat satu arah sebagai pedoman awal bagi jajaran di daerah.
Menindaklanjuti hal tersebut, Polresta Samarinda akan menggelar rapat koordinasi lanjutan di tingkat kota dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah instansi terkait.
“Nanti untuk rakor tingkat Kota Samarinda akan kita adakan di Polresta. Kita undang Forkopimda, Bapanas, Bulog, Pemadam Kebakaran, Pertamina, dan seluruh pihak terkait,” katanya.
Menurut Hendri, pengamanan Lebaran tidak hanya berfokus pada arus lalu lintas dan pos pelayanan, tetapi juga mencakup stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting). Satgas Pangan akan dioptimalkan untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun gangguan distribusi.
“Kita siapkan Satgas Pangan untuk mengantisipasi stabilitas harga dan ketersediaan bapokting. Jangan sampai ada masalah distribusi sembako atau bapokting,” tegasnya.
Selain itu, pos-pos pelayanan akan didirikan di sejumlah titik strategis guna memantau situasi lalu lintas dan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik. Pengamanan juga diperkuat dengan melibatkan personel untuk menjaga kawasan permukiman yang ditinggal mudik.
Meski Operasi Ketupat merupakan agenda rutin tahunan, Hendri menegaskan pihaknya tidak pernah menganggapnya sebagai rutinitas biasa. Ia menilai dinamika masyarakat setiap tahun selalu berbeda dan membutuhkan kesiapan ekstra.
“Walaupun ini kegiatan tahunan, kita tidak pernah menganggapnya biasa. Dinamika di lapangan selalu berbeda, baik di jalan raya, pusat perbelanjaan, maupun tempat lainnya,” pungkasnya. (mell)