KALTIMVOICE.ID, MAHAKAM ULU – Di HUT RI ke-81 ini, pelajar dan orang tua di Kampung Batu Majang, Kabupaten Mahakam Ulu, mendesak pemerintah segera menyelesaikan pembangunan SMP di kampung mereka. Kondisi sekolah yang belum rampung membuat siswa harus menyeberang sungai untuk bersekolah di wilayah lain dan mengeluarkan biaya tambahan.
Siswi SMP Kampung Batu Majang, Fania Urai, berharap pembangunan SMP tersebut segera diselesaikan agar pelajar tidak lagi harus menyeberang dan mengeluarkan biaya transportasi.
“Saya minta pembangunan SMP kami segera diselesaikan, supaya kami tidak nyebrang-nyebrang lagi dan tidak membuang biaya,” ujar Fania.

Hal serupa disampaikan Marissa Aulia Bulan, siswi SMP Kampung Batu Majang. Ia mengatakan SMP di Batu Majang belum selesai sehingga dirinya harus bersekolah di SMP Long Bagun.
“Harapan saya semoga SMP itu cepat dibangun, biar kami tidak bolak-balik ke SMP Long Bagun dan tidak membuang biaya,” katanya.
Marissa mengaku terkadang menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki. Untuk menyeberangkan sepeda motor, ia harus membayar Rp10 ribu, sedangkan menggunakan taksi dikenakan Rp5 ribu.

Sementara itu, Teresia Meliani Tawiq, siswi SMA Batu Majang, meminta pemerintah menyelesaikan pembangunan SMP agar adik-adik mereka dapat melanjutkan pendidikan di kampung sendiri.
Menurut Teresia, biaya transportasi menjadi beban bagi keluarga. Ia menyebut biaya menggunakan taksi mencapai sekitar Rp350 ribu per bulan atau Rp20 ribu per hari untuk perjalanan pulang-pergi.
“Saya mohon kepada pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan yang ada di kampung ini. Jangan sampai adik-adik kami putus sekolah gara-gara biayanya terlalu mahal untuk nyebrang,” ujarnya.

Sisilia Novita Ubung, siswi SMA Kampung Batu Majang, juga menyampaikan kekhawatiran yang sama. Menurutnya, biaya menyeberangi sungai untuk bersekolah cukup besar sehingga pembangunan SMP di Batu Majang perlu segera dituntaskan.
“Kami minta kepada pemerintah untuk menyelesaikan sekolah SMP yang ada di Batu Majang. Jangan sampai adik-adik kami putus sekolah,” katanya.

Desakan juga datang dari orang tua murid. Trisbeteq, orang tua murid sekaligus warga RT 7 Kampung Batu Majang, meminta pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah agar anak-anak tidak lagi harus menyeberang dengan biaya yang besar.
“Minta tolong kepada pemerintah untuk menyelesaikan bangunan SMP yang ada di Kampung Batu Majang. Agar tidak nyebrang dengan biaya yang begitu besar,” ujarnya.

Senada, Veronica Jelau Warta, warga RT 5 Kampung Batu Majang, juga meminta pemerintah segera membantu menyelesaikan pembangunan SMP tersebut.
“Kami minta SMP yang ada di kampung ini cepat selesai. Kami minta dari pemerintah membantu kami biar SMP itu cepat selesai, biar anak-anak kami tidak putus sekolah,” pungkas Veronica.

Pembangunan SMP di Kampung Batu Majang dinilai penting untuk mempermudah akses pendidikan sekaligus mengurangi beban biaya transportasi yang harus ditanggung pelajar dan keluarga. (mzhra)