merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Festival Musik Anti Narkoba Bengalon, Strategi Baru Kutim Edukasi Remaja Lewat Seni

img 20251122 wa0006
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah.

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali melakukan terobosan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan generasi muda. Melalui penyelenggaraan Festival Musik Anti Narkoba di Kecamatan Bengalon, pemerintah menggandeng komunitas seni, kepolisian, BNN, dan pelajar sebagai bagian dari kampanye publik berbasis seni dan musik.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menegaskan, penggunaan media musik bukanlah sekadar hiburan, melainkan cara baru untuk menyampaikan pesan antinarkoba kepada kelompok paling rentan, yakni remaja dan pemuda. “Anak muda membutuhkan ruang ekspresi. Melalui musik, pesan anti narkoba lebih mudah diterima dan dipahami,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan ragam kegiatan seperti lomba band pelajar, parade musik akustik, hingga panggung edukasi bersama narasumber kepolisian dan BNN Kutim. Materi yang disampaikan meliputi bahaya narkoba, dampaknya terhadap kesehatan mental, masa depan karier, hingga risiko terhadap ketahanan keluarga.

Salah satu sesi yang paling diminati adalah “Musisi Bicara Bahaya Narkoba”, di mana beberapa band lokal membagikan pengalaman mereka tentang lingkungan sosial yang terdampak narkoba. Menurut Padliyansyah, pesan yang disampaikan figur yang dikenal anak muda memiliki pengaruh besar. “Musisi punya pengaruh kuat. Ketika pesan datang dari idola anak muda, efeknya jauh lebih kuat,” jelasnya.

Selain kampanye, festival ini juga menjadi ruang bagi anak muda Bengalon untuk mengembangkan minat seni mereka. Banyak di antara peserta merupakan pelajar SMP dan SMA yang baru pertama kali tampil di panggung festival.

Pemerintah berharap pendekatan ini akan menjadi model kampanye publik yang lebih humanis dan relevan dengan generasi muda. Padliyansyah menambahkan, seni akan terus menjadi bagian strategi pemerintah dalam mencegah narkoba. “Kami ingin menjadikan seni sebagai garda terdepan kampanye sosial. Musik bisa menyatukan, menggerakkan, dan menyampaikan pesan penting dengan cara yang lebih humanis,” tegasnya. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *