merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Fender Jembatan Mahakam I Samarinda Ditabrak Kapal SPOB, KSOP Beri Penjelasan

img 20260309 wa0007
Kabid Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Samarinda, Capt M Ridha R.

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Insiden tabrakan kembali dialami Jembatan Mahakam I Samarinda. Kali ini, sebuah kapal jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB) dilaporkan menyenggol bagian struktur jembatan pada Minggu (8/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut sempat terekam dalam video amatir yang diambil warga dari lantai atas Hotel Harris Samarinda. Dalam rekaman itu, kapal pengangkut bahan bakar tersebut terlihat berbenturan dengan bagian jembatan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke arah hilir Sungai Mahakam.

Menanggapi kejadian tersebut, Kabid Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Samarinda, Capt M Ridha R, mengaku langsung turun ke lapangan setelah menerima informasi adanya dugaan kapal yang menabrak jembatan. “Selesai saya dapat informasi, saya langsung ke lokasi keterkaitan dengan isu-isu bahwa Jembatan Mahakam ditabrak,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Usaha Pelabuhan (BUP), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), serta petugas pandu kapal didapatkan keterangan nakhoda kapal dan petugas pandu, benturan yang terjadi ternyata hanya mengenai tiang fender yang sedang dalam tahap pembangunan, bukan pilar utama Jembatan Mahakam. Pihaknya pun memastikan bahwa kapal tidak menabrak pilar utama jembatan.

Kendati demikian, untuk memastikan kondisi infrastruktur secara menyeluruh, KSOP akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk instansi teknis yang menangani perbaikan struktur fender jembatan. “Nanti kami akan koordinasi dengan PUPR, berkaitan juga dengan konsultan yang menangani masalah perbaikan fender,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pembangunan struktur fender atau pelindung pilar jembatan memang masih berlangsung. Karena itu, pihaknya ingin memastikan apakah benturan tersebut berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap konstruksi yang sedang dikerjakan. “Ini kan sementara proses perbaikan fender yang disenggol, apakah benturan-benturan itu bisa berakibat fatal ke depannya atau seperti apa,” katanya.

Dari sisi keselamatan pelayaran, KSOP Samarinda mengingatkan pihak Badan Usaha Pelabuhan (BUP) agar lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap kapal yang melintas di bawah Jembatan Mahakam.

Sementara itu, penyebab pasti insiden tersebut masih didalami. KSOP telah berkoordinasi dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk memanggil nakhoda kapal dan petugas pandu yang bertugas saat kejadian.

Menurutnya, saat peristiwa terjadi kapal memang sedang menjalani proses pengolongan di bawah pengawasan pandu. Namun, faktor teknis maupun kondisi cuaca juga masih menjadi bagian dari pendalaman. “Apakah ada kelelahan atau memang faktor alam. Karena saat itu cuaca memang ekstrem, habis turun hujan bahkan masih rintik-rintik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ridha memastikan pemeriksaan akan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap aman. Saat ini kapal yang terlibat juga masih ditahan sementara oleh otoritas pelabuhan. “Jangan sampai ada kerusakan, bergerak, atau bahkan tenggelam nantinya,” tandasnya.

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *