merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Fasilitas SPBU dan Tabung LPG Perlu Diremajakan, Antrean Panjang Jadi Evaluasi

whatsapp image 2026 07 18 at 12.01.53
Pengecekan fasilitas pengisian BBM di SPBU di Jalan Sentosa, Samarinda. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Samarinda belakangan tak hanya dikaitkan dengan meningkatnya pengguna Pertalite setelah harga Pertamax naik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini juga menyoroti kondisi fasilitas penyaluran BBM yang dinilai perlu dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan hasil inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Jalan Sentosa beberapa waktu lalu menunjukkan stok BBM di Samarinda masih mencukupi. Karena itu, perhatian pemerintah kini bergeser pada proses penyaluran yang dinilai masih perlu diperbaiki.

Menurutnya, beberapa fasilitas pengisian sudah tidak lagi bekerja optimal. Kondisi itu membuat pelayanan menjadi lebih lambat dan berdampak pada mengularnya antrean kendaraan di SPBU.

“Pemerintah mendorong agar kran yang tidak bisa produksi segera diperbaiki. Karena itu mengakibatkan antrean makin panjang. Kalau itu diperbaiki, satu kran bisa membagi dengan yang lain sehingga antreannya bisa terurai,” ujarnya.

Saefuddin mengatakan masukan tersebut telah disampaikan kepada Pertamina. Ia berharap fasilitas yang sudah berusia lama segera dievaluasi agar distribusi BBM kepada masyarakat tidak lagi terkendala.

“Stoknya cukup, Alhamdulillah cukup untuk SPBU. Hanya penyalurannya yang harus diperhatikan,” katanya.

Tak hanya SPBU, Pemkot juga meminta perhatian terhadap kondisi tabung LPG yang sudah lama digunakan. Menurutnya, tabung-tabung yang masih layak sebaiknya segera diperbaiki agar tetap aman digunakan masyarakat.

“Yang perlu itu diperbaiki. Kalau catnya bagus dan keterangannya jelas tentu akan lebih baik,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot akan kembali melakukan pemantauan ke sejumlah SPBU lainnya. Pemerintah berharap pembenahan fasilitas penyaluran bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah titik.

“Kalau memang peralatannya sudah lama, tentu harus diganti atau diperbaiki dengan metode yang lebih baik,” tutup Saefuddin. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *