merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

DPRD Nilai Lesunya Pasar Pagi Tak Lepas dari Melemahnya Daya Beli Masyarakat

img 20260612 wa0016
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Sepinya aktivitas perdagangan di Pasar Pagi pascarevitalisasi dinilai tidak semata-mata dipengaruhi oleh persoalan tata bangunan ruko. DPRD Kota Samarinda menilai kondisi ekonomi masyarakat turut menjadi faktor yang memengaruhi turunnya jumlah pengunjung.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim mengatakan, berbagai keluhan pedagang terkait menurunnya omzet perlu dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, termasuk daya beli masyarakat yang saat ini belum sepenuhnya pulih.

“Apakah memang masalah sepi kunjungan itu disebabkan oleh ruko atau ada aspek lain, itu perlu dikaji lebih dalam. Karena memang dari beberapa analisis ada beberapa faktor, bukan cuma soal ruko, tapi juga masalah tekanan ekonomi dan lain-lain,” jelasnya, Jum’at (12/6/2026).

Rohim menjelaskan, revitalisasi Pasar Pagi berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. Selama proses tersebut, banyak pedagang kehilangan pelanggan tetap karena masyarakat telah beralih berbelanja ke lokasi lain.

Kondisi itu diperparah dengan situasi ekonomi yang membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Akibatnya, aktivitas perdagangan di pasar yang baru kembali beroperasi belum sepenuhnya pulih.

“Pasar Pagi itu sudah lama tidak beroperasi sehingga pelanggannya sebagian besar mungkin sudah punya langganan baru di tempat lain. Ketika kembali ke Pasar Pagi, pedagang harus membangun kembali pasar mereka,” imbuhnya.

Karena itu, Rohim menilai upaya menghidupkan Pasar Pagi tidak cukup hanya mengandalkan bangunan baru. Pemerintah Kota Samarinda perlu menyiapkan strategi untuk menarik kembali pembeli sekaligus mengembalikan fungsi Pasar Pagi sebagai pusat perdagangan utama.

Salah satu yang menurutnya perlu didorong adalah mengembalikan identitas Pasar Pagi sebagai sentra grosir yang mampu menarik pembeli dari luar Samarinda.

“Dulu Pasar Pagi itu market-nya bukan cuma lokal. Banyak pembeli dari daerah lain yang datang ke sini. Nah, fungsi itu yang perlu dipikirkan kembali bagaimana cara menghidupkannya,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah perlu memfasilitasi pedagang agar mampu menawarkan harga yang kompetitif sehingga Pasar Pagi memiliki keunggulan dibanding pusat perdagangan lainnya.

“Yang sekarang perlu dilakukan pemerintah adalah mencari terobosan agar kunjungannya bisa kembali seperti sebelumnya.” tutupnya. (mell/ADV6/dprdsamarinda)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *