KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kinerja sektor kesehatan dengan menargetkan seluruh 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dapat tercapai sepenuhnya pada akhir tahun 2025. Target ini menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menjamin setiap warga mendapatkan layanan kesehatan dasar secara merata dan berkualitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menjelaskan, SPM merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan di daerah. Capaian tersebut mencakup berbagai layanan dasar seperti kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir, balita, imunisasi lengkap, penanganan gizi buruk, hingga pengendalian penyakit menular seperti TBC dan HIV.
“Semua indikator ini harus tercapai 100 persen karena menyangkut pelayanan dasar yang wajib diberikan pemerintah,” ujarnya, Kamis (20/11/25).
Untuk mempercepat realisasi target, Dinkes Kutim mengintegrasikan program lintas sektor serta memperkuat sistem pelaporan berbasis digital agar capaian tiap puskesmas dapat dipantau secara real time. “Kita sudah punya dashboard data SPM yang terhubung dengan puskesmas. Dari sana bisa terlihat mana yang sudah optimal dan mana yang perlu dikejar,” kata Sumarno.
Ia menambahkan, sejumlah indikator seperti imunisasi dasar dan pelayanan persalinan sudah mendekati 100 persen. Namun, masih ada tantangan di daerah pedalaman yang sulit dijangkau. “Kita akan perkuat mobilisasi tenaga kesehatan dan logistik untuk daerah terpencil,” tegasnya.
Sumarno menegaskan, capaian SPM bukan sekadar laporan angka, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap hak dasar masyarakat. “Ini komitmen kami untuk memastikan semua warga Kutim sehat dan terlindungi,” ujarnya.
Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Kutim sebagai daerah dengan sistem pelayanan kesehatan yang semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. (adv/diskominfokutim/yud)