desain sukseskan kukar idaman terbaik

Data Korban Kebakaran Melayu Bertambah, Camat Harap Tak Ada Penambahan Lagi

whatsapp image 2026 10 07 at 21.04.50 (2)
Plt Camat Tenggarong Isnaniah. (Foto: Ln/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, TENGGARONG – Data korban kebakaran di RT 33 Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali bertambah. Hingga Rabu sore (7/10/2026), tercatat 72 kepala keluarga (KK) atau sekitar 215 jiwa terdampak kebakaran.

Plt Camat Tenggarong Isnaniah mengatakan, perubahan data terjadi karena sebagian warga korban kebakaran tinggal di rumah sewaan. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak masuk dalam data penerima bantuan.

“Berdasarkan data Kelurahan Melayu per hari ini, jumlah korban kebakaran sekitar 215 jiwa dengan 72 KK,” kata Isnaniah, Rabu (7/10/2026).

Dari jumlah tersebut, terdapat puluhan anak dan mahasiswa yang terdampak. Rinciannya, korban usia sekolah dasar (SD) sebanyak 25 orang, terdiri dari 17 laki-laki dan 8 perempuan.

Untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 8 orang, terdiri dari 1 laki-laki dan 7 perempuan. Tingkat sekolah menengah atas (SMA) juga tercatat 8 orang, masing-masing 4 laki-laki dan 4 perempuan. Lalu mahasiswa terdampak sebanyak 6 orang, terdiri dari 5 laki-laki dan 1 perempuan.

Selain korban jiwa, kebakaran juga menghanguskan sekitar 45 bangunan. Dari jumlah itu, terdapat 7 bangunan sewaan dengan total 30 pintu, serta 38 bangunan rumah pribadi.

Isnaniah menyebut pendataan masih dilakukan karena sebelumnya jumlah kepala keluarga yang tercatat lebih sedikit. Bahkan, pihak kecamatan sebelumnya masih menggunakan data sekitar 50 KK.

“Alhamdulillah masih bisa terdeteksi yang tidak melapor. Mudah-mudahan ini menjadi data terakhir dan tidak ada penambahan lagi,” ujarnya.

Menurut Isnaniah, data terbaru tersebut penting karena akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan bantuan bagi warga terdampak. Dinas Sosial Kukar juga meminta data yang sudah benar-benar terverifikasi sebelum bantuan disalurkan.

Ia mengatakan, bantuan masyarakat hingga pemerintah terus berdatangan ke lokasi pengungsian. Namun, jenis bantuan yang diterima tidak seluruhnya sesuai dengan kebutuhan korban.

Bantuan yang paling banyak diterima berupa beras, telur dan air mineral. Sementara kebutuhan makanan siap saji serta sejumlah kebutuhan pribadi masih diperlukan.

“Yang paling banyak sembako seperti beras, telur, minuman air mineral juga banyak. Tapi yang belum terlihat itu makanan siap saji seperti sarden,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kukar Andi Deescha Pravidhia Aulia mengatakan bantuan masyarakat untuk korban kebakaran terus mengalir sejak kejadian. Bahkan, bantuan makanan yang masuk disebut sempat berlebih.

“Saya dari kemarin di sini. Bantuan itu terus mengalir, alhamdulillah makanan itu sampai berlebihan,” bebernya.

Istri Wagub Kaltim, Wahyu Hernaningsih Seno, yang turut mengunjungi posko kebakaran, juga memastikan bantuan yang dibawa disesuaikan dengan kebutuhan korban, mulai dari sembako, susu, roti, popok, pampers, pakaian dalam hingga pembalut.

Wahyu berharap seluruh warga terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Untuk tempat tinggal sementara, Isnaniah mengatakan sebagian besar korban saat ini tinggal bersama keluarga atau sanak saudara. Sementara masyarakat yang tidak memiliki keluarga untuk menampung telah mendapat bantuan tempat tinggal dari pihak yang bersedia membantu.

“Kalau untuk tempat tinggal, juga ada kita sediakan. Namun sebagian masyarakat itu tinggal di rumah sanak keluarganya,” tandasnya.

(Ln/Adv61/Kukar)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *