KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut masih dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Wali Kota Andi Harun, mengatakan kepastian tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari pihak PT Pertamina Patra Niaga dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar bersama unsur terkait beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, stok BBM dipastikan masih mencukupi setidaknya hingga Lebaran mendatang. “Kemarin sempat terjadi kepanikan. Tapi dari laporan Pertamina, setidaknya sampai Lebaran Idulfitri 2026 stok BBM kita aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dinamika geopolitik di Timur Tengah memang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia, terutama terkait konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Kondisi tersebut juga berdampak pada jalur distribusi minyak global, termasuk kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur penting pengiriman energi dunia.
Meski demikian, menurut Andi Harun Indonesia tidak hanya bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut karena masih memiliki opsi impor dari sejumlah negara lain.“Memang ada pengaruh situasi perang di Timur Tengah terhadap harga minyak. Tapi sumber minyak kita tidak hanya dari kawasan itu, masih ada negara lain,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kondisi fiskal nasional yang saat ini menghadapi tekanan akibat dinamika global. Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah pusat, defisit anggaran negara saat ini tercatat mencapai sekitar Rp135,7 triliun.
Jika konflik global terus berlanjut, sejumlah pengamat memprediksi tekanan terhadap anggaran negara dapat meningkat hingga menyebabkan defisit yang lebih besar. “Kalau defisit terus meningkat tentu pemerintah harus melakukan mitigasi. Misalnya efisiensi anggaran atau penyesuaian harga energi, tapi itu semua tentu memiliki konsekuensi terhadap masyarakat,” katanya.
Karena itu, ia berharap konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat segera mereda agar tidak berdampak lebih luas terhadap kondisi ekonomi global maupun nasional.
Di sisi lain, Andi Harun juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan panic buying yang justru dapat menimbulkan masalah baru di lapangan. “Situasi kita sebenarnya terkendali. Kita tidak boleh panik. Kepanikan justru bisa memicu masalah lain, seperti penimbunan BBM atau bahan pokok,” tegasnya.
Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, memastikan distribusi BBM ke wilayah Samarinda berjalan normal dan pasokan terus masuk secara berkala dari sejumlah daerah. Ia menyebut suplai BBM akan datang hampir setiap dua hari sekali dari beberapa wilayah penyuplai seperti Balikpapan dan Kotabaru.
“Insya Allah paling tidak sampai Hari Raya Idulfitri stok BBM kita cukup, baik Pertalite, Solar maupun jenis BBM lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga akan terus melakukan pengawasan untuk mencegah potensi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM di wilayah Samarinda. “Dari laporan yang kami terima, hampir setiap dua hari akan ada BBM yang masuk. Jadi insya Allah stok tidak akan menurun,” pungkasnya. (mell)