merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kevin Alief Pratama, Penari Pria yang Tak Gengsi Menjaga Budaya

whatsapp image 2025 09 19 at 17.05.02 b90336a8
Kevin Alief Pratama (25), penari tradisional asal Samarinda. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE, SAMARINDA – Bagi sebagian orang, laki-laki yang menekuni seni tari kerap dipandang sebelah mata. Namun Kevin Alief Pratama (25), pemuda asal Samarinda, membuktikan bahwa stigma tersebut keliru. Ia justru menjadikan panggung tari sebagai ruang aktualisasi diri.

Kevin bahkan sudah mengibarkan nama Kalimantan Timur di berbagai ajang seni bergengsi, dari Jakarta, Surabaya, Mandalika, hingga tampil di depan Presiden RI. “Awalnya saya sering dipandang sebelah mata karena laki-laki menari dianggap lemah gemulai,” ungkap Kevin, Jumat (19/9/2025).

Ia menegaskan bahwa penari laki-laki memiliki porsi dan karakter tersendiri. Berbeda dengan perempuan. Keteguhan itu yang membuatnya tetap konsisten berkarya sejak pertama kali menekuni tari di usia 15 tahun.

Kini, Kevin bukan hanya tampil sebagai penari, tetapi juga pelatih dan mentor yang aktif di berbagai bidang seni dan pageant. “Penari laki-laki punya porsi sendiri yang tidak sama dengan perempuan,” lanjutnya.

Jejak langkah Kevin di dunia tari membawanya menampilkan beragam tarian Nusantara. Dari Kajet Lepatai khas Kalimantan Timur, tari Betawi dari Jakarta, tortor dari Sumatra, papan dendam dari Sulawesi, hingga tari Papua yang enerjik. Semua pernah ia bawakan dengan penuh semangat.

Menurutnya, menari bukan hanya hiburan, tapi wujud pelestarian budaya yang harus terus diperjuangkan. “Awal saya menari karena melihat minat anak muda terhadap tarian daerah sangat minim. Saya ingin jadi role model, bahwa budaya itu bukan sesuatu yang ketinggalan zaman,” jelasnya.

Di luar dunia tari, Kevin juga terlibat aktif sebagai duta dan pelatih. Ia pernah membina berbagai ajang seperti Duta Wisata Samarinda, Mister Teen Kaltim dan IKN, Miss Teenager Kaltim dan IKN, hingga menjadi pelatih marching band.

Semua itu ia jalani dengan satu misi membawa semangat budaya agar terus hidup di tengah generasi muda. “Harapannya, semoga dengan hadirnya kami di dunia tari tradisional, bisa menginspirasi pemuda-pemudi lain untuk ikut melestarikan budaya,” tutup Kevin. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *