desain sukseskan kukar idaman terbaik

Dari 17 Jadi 21 Subsektor, Dispar Kukar Sebut Pelaku Ekraf Semakin Beragam

whatsapp image 2026 11 05 at 20.08.06
(Foto : Ln/Kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diperkirakan mencapai ribuan orang seiring bertambahnya cakupan subsektor ekraf dari 17 menjadi 21 subsektor.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kukar Awang Agus Dermawan, bahwa perluasan subsektor ini membuat bidang ekonomi kreatif semakin beragam. Kondisi ini juga membuka ruang bagi lebih banyak pelaku dan komunitas untuk masuk dalam ekosistem ekraf.

“Bisa mencapai ribuan pelaku ekonomi kreatif kita itu. Apalagi subsektornya sekarang sudah luas, dari 17 ke 21,” kata Agus di Tenggarong, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, penambahan subsektor membuat kegiatan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan bidang seni, budaya, kuliner, fesyen maupun kriya. Salah satu bidang yang kini masuk dalam cakupan ekraf adalah modifikasi otomotif.

“Termasuk variasi mobil, itu termasuk ekonomi kreatif, modifikasi motor,” tuturnya.

Agus mencontohkan kegiatan Regaee Fest yang sebelumnya telah mendapat stimulus dari Pemkab Kukar. Dalam kegiatan tersebut, terdapat pameran kendaraan modifikasi yang menjadi salah satu bentuk aktivitas ekonomi kreatif pada subsektor baru tersebut.

“Makanya Regaee Fest kemarin ada pameran motor-motor variasi. Karena itu sudah masuk subsektor ekraf yang 21,” bebernya.

Perluasan subsektor tersebut, kata Agus, menjadi bagian dari perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kukar. Tidak hanya jumlah pelakunya yang berpotensi bertambah, tetapi juga komunitas yang bergerak di berbagai bidang kreatif.

Ia menilai semakin luas bidang yang diakui sebagai subsektor ekraf, semakin besar pula peluang munculnya komunitas-komunitas baru di daerah.

“Ya, semakin berkembang sektor ekonomi kreatifnya, makin berkembang komunitasnya juga. Semakin banyak nantinya,” tegasnya.

Di sisi lain, Dispar Kukar telah memberikan stimulus untuk sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif dan seni budaya. Namun, bantuan tersebut belum diberikan dalam bentuk nominal yang sama untuk setiap kelompok.

Dijelaskannya, besaran stimulus disesuaikan dengan bentuk kegiatan maupun festival yang dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang sebelumnya menerima stimulus antara lain Pesta Laut, Erau Menamang dan Regaee Fest.

“Bervariatif, bukan kelompok sih itu, tapi event-nya. Jadi belum pada tahap kelompoknya,” tutupnya.

(Ln/Adv150/Kukar)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *