desain sukseskan kukar idaman terbaik

PU Kukar Tak Hanya Bangun Irigasi, Tapi Ubah Dimensi Saluran untuk Perbanyak Tampungan Air

whatsapp image 2026 11 05 at 20.08.04
(Foto : Ln/Kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya membangun dan memperbaiki jaringan irigasi untuk mendukung kebutuhan pertanian. Penanganan tahun 2026 ini juga disesuaikan dengan kondisi sumber air, termasuk dengan memperbesar dimensi saluran agar mampu menampung lebih banyak air.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar, Awang Agus, mengatakan bahwa penyesuaian tersebut diperlukan karena kondisi air di sejumlah sungai di Kukar saat ini mengalami penyusutan.

“Karena kami kan butuhnya air. Pertaniannya air. Nah, kami menormalisasi air yang ada,” kata Awang Agus di Tenggarong, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, kondisi permukaan air yang semakin rendah membuat air lebih sulit dialirkan menuju kawasan pertanian. Karena itu, pekerjaan irigasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana infrastruktur yang tersedia dapat menampung dan mengalirkan air secara lebih optimal.

“Karena kondisi sekarang kan memang lagi surut. Jadi bagaimana caranya kami bisa memasukkan air dari sungai yang kondisi levelnya ini sudah jauh beda,” ujarnya.

Salah satu penyesuaian dilakukan melalui penambahan dimensi pada saluran atau tampungan air. Dimensi yang sebelumnya sekitar 1 meter diperlebar sehingga kapasitas tampungan dapat ditingkatkan.

“Untuk penambahan dimensi yang kemarin 1 meter, kami lebarkan untuk penampungan air lebih banyak,” tuturnya.

Awang menyebut pekerjaan bidang SDA tahun ini juga mencakup sejumlah infrastruktur irigasi dan penanganan sungai yang berkaitan langsung dengan kawasan pertanian. Beberapa di antaranya berada di Jonggon, Bukit Raya, Bangun Rejo, Manunggal Jaya, hingga rencana normalisasi Sungai Heram.

Namun, tidak seluruh usulan penanganan irigasi yang diajukan dapat direalisasikan pada tahun ini. Usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan pada 2025 dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Dari usulan yang kami usulkan tahun kemarin, cuma beberapa yang bisa dilaksanakan karena keterkaitan anggarannya,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, penanganan irigasi di Kukar dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak hanya menjadi saluran pengairan, tetapi juga mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian saat kondisi sungai mengalami penyusutan.

“Di irigasi, Jonggon A, Bukit Raya ada pembangunan pintu air, di Jonggon juga pintu air. Sama ada beberapa normalisasi sungai khususnya untuk daerah pertanian,” tutupnya.

(Ln/Adv148/Kukar)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *