desain sukseskan kukar idaman terbaik

Pemkab PPU Timba Ilmu Pengelolaan Sektor Produksi ke Sulawesi Selatan

whatsapp image 2026 10 26 at 11.19.36
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten PPU, Ade Rianto Embongbulan, mengungkapkan bahwa studi dan pembelajaran tersebut sangat diperlukan guna memperoleh gambaran konkret mengenai praktik terbaik (best practices) pengelolaan sumber daya yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi.

KALTOMVOICE.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mendorong peningkatan produktivitas pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan melalui skema pembelajaran antardaerah. Pengalaman sejumlah daerah di Sulawesi Selatan menjadi salah satu bahan pertimbangan utama untuk memperkuat sistem pengelolaan sektor produksi di wilayah PPU.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten PPU, Ade Rianto Embongbulan, mengungkapkan bahwa studi dan pembelajaran tersebut sangat diperlukan guna memperoleh gambaran konkret mengenai praktik terbaik (best practices) pengelolaan sumber daya yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi.

“Alasan pemilihan itu karena ada daerah-daerah yang dipandang sudah maju, sudah lebih baik daripada kita dalam rangka pemanfaatan atau peningkatan produksi pertanian, perikanan, peternakan, dan lain sebagainya,” kata Ade di Penajam.

Menurut Ade, pengalaman sukses dari wilayah lain dapat dijadikan sebagai sarana referensi serta bahan evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program pembangunan sektor produksi yang selama ini berjalan di PPU. Upaya penguatan tersebut tidak hanya berpatok pada besarnya alokasi dukungan anggaran semata, melainkan menekankan pada strategi optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Berdasarkan pengamatan Bapelitbang PPU, sejumlah kawasan di Sulawesi Selatan dinilai memiliki keunggulan dari segi produktivitas serta kontinuitas hasil produksi. Hal inilah yang mendasari pentingnya menjalin pertukaran informasi dan transfer pengetahuan antardaerah.

“Kalau kita lihat dari nilai bantuan, mungkin kita masih lebih besar kalau secara nilai. Tetapi dalam hal produktivitas dan kontinuitas, beberapa daerah di Sulawesi Selatan tersebut cenderung lebih baik,” ujar Ade.

Ia menambahkan, perbandingan kinerja antarwilayah ini bakal dijadikan bahan evaluasi kritis agar seluruh bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian, perikanan, serta peternakan dapat berdaya guna secara efektif. Pemerintah menekankan bahwa aspek peningkatan produktivitas wajib berjalan seiring dengan kesinambungan produksi agar kegiatan usaha masyarakat tidak sekadar berorientasi pada hasil jangka pendek.

Beberapa aspek strategis yang menjadi fokus pembelajaran mencakup pemanfaatan sarana dan prasarana produksi, efisiensi pengelolaan usaha, hingga peningkatkan kapasitas para pelaku sektor produksi setempat. Meski demikian, penyelarasan dan penerapan praktik dari daerah lain tetap disesuaikan dengan karakteristik geografis serta potensi lokal yang dimiliki PPU.

Ade menegaskan keberadaan interaksi dan komunikasi yang intensif antardaerah sangat vital untuk memperluas cakrawala pengetahuan sekaligus menyerap masukan berharga bagi pembangunan daerah.

“Makanya kita perlu saling berinteraksi dalam memberikan informasi untuk kebermanfaatan kita di daerah,” tuturnya.

Melalui langkah pembelajaran ini, Pemkab PPU berharap mampu merumuskan arah kebijakan serta program pengembangan sektor unggulan yang lebih tepat sasaran. Informasi yang dihimpun nantinya dipakai untuk mengevaluasi pendekatan pembangunan agar semakin relevan dengan kebutuhan para pelaku usaha di lapangan.

Kendati demikian, rincian mengenai lokasi tujuan secara spesifik, jadwal pelaksanaan, hingga format teknis kegiatan pembelajaran tersebut masih dalam tahap pematangan. Penerapan hasil studi antardaerah ini nantinya akan bergantung pada hasil evaluasi mendalam serta perencanaan yang matang.

(Adv107/diskominfoppu/udin.zacrez)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *