merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pengurus PWI Kukar 2025–2028 Dilantik, Ini Pesan Ketua PWI Kaltim

img 20260216 150351 982

KALTIMVOICE.ID, KUKAR–Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2028 resmi dilantik, Senin (16/2/2026), di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kukar, Tenggarong. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin.

Surat Keputusan susunan pengurus PWI Kukar periode 2025–2028 dibacakan Sekretaris PWI Kaltim , Achmad Shahab. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Kukar yang digelar Desember 2025 dan menetapkan Andi Wibowo sebagai Ketua PWI Kukar untuk masa bakti tiga tahun ke depan.

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin menyampaikan apresiasi kepada para ketua PWI Kukar sebelumnya, mulai dari Wahidin, Desman Minang Endianto, Bambang Irawan hingga kepengurusan saat ini. Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan menjadi kunci eksistensi organisasi.

Dalam kesempatan itu, Abdurrahman Amin menyinggung bahwa Andi Wibowo merupakan atlet catur Kalimantan Timur pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang rencananya akan digelar di Lampung. Ia berharap kiprah tersebut mampu memberi kontribusi bagi PWI Kaltim.

Selain itu, ia juga menyinggung hasil peringatan Hari Pers Nasional di Serang, Banten, termasuk rencana perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada periode mendatang. Salah satu poin penting, pemilihan ketua provinsi akan dilakukan dengan memberikan hak suara kepada seluruh anggota berstatus biasa.

Rahman sapaan akrab Ketua PWI Kaltim ini berpesan agar kepengurusan baru menjaga solidaritas dan soliditas organisasi. Dari total sekitar 60 anggota PWI Kukar, setiap program kerja diharapkan berdampak nyata, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi kehidupan pers dan masyarakat luas.

“Menjaga marwah dan martabat profesi bukan hanya soal kompetensi dan kesejahteraan, tetapi juga penegakan kode etik. Kita harus terus berjuang menjaga martabat profesi,” tegas Rahman.

Ia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi dunia pers, mulai dari disrupsi digital akibat perkembangan internet, hantaman pandemi Covid-19, hingga gelombang kecerdasan buatan (AI). Tantangan lain yang tak kalah berat adalah pemotongan anggaran yang berdampak pada industri media dan insan pers.

Menurutnya, menjaga eksistensi profesi sangat berkaitan dengan kepercayaan publik (public trust). Di tengah menjamurnya jumlah media, reputasi wartawan profesional menjadi kunci.

“Bukan hanya apa yang diberitakan, tetapi siapa yang memberitakan. Reputasi dan integritas wartawan harus dijaga,” ujarnya.

Wakil Ketua PWI Kukar, Saiful Aulia, menyebut momentum pelantikan menjadi awal konsolidasi organisasi agar program kerja yang telah disusun dapat segera direalisasikan.

Ketua PWI Kukar, Andi Wibowo, dalam sambutannya menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) wartawan, sekaligus membangun sinergi lintas sektor dengan semangat kebersamaan dan koordinasi yang solid.

“Mari kita jadikan PWI sebagai wadah untuk belajar dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya mengajak seluruh pengurus bekerja dengan tanggung jawab dan menjunjung tinggi profesionalisme,” ucap Awi.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, yang membacakan sambutan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Hadir pula Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Anggota DPRD Kukar Fraksi PKB Desman Minang Endianto yang juga mantan Ketua PWI Kukar, Ketua PCNU Kukar KH Asikin, Plt Kepala Diskominfo Kukar Solihin, Kabag Prokom Ismed, unsur Forkopimda, serta perwakilan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menegaskan bahwa pers bukanlah musuh pemerintah, melainkan mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Disebutkan, pers memiliki tiga fungsi utama. Pertama, sebagai pendidik masyarakat melalui penyajian informasi yang akurat dan mencerahkan. Kedua, mengawal kebijakan pemerintah agar tetap sesuai amanah rakyat, transparan, dan akuntabel. Ketiga, sebagai penyampai kritik konstruktif yang menawarkan solusi berbasis data dan fakta untuk memperbaiki kinerja pemerintah.(*/)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *