KALTIMVOICE.ID, BALIKPAPAN–Empat orang terjepit kendaraan di dek KM Dharma Kartika IX rute Pare-Pare tujuan Balikpapan pada Selasa, 27 Januari 2026. Kapal mengalami insiden kemiringan di pelabuhan Semayang, Balikpapan sekitar pukul 08.00 WITA saat berlabuh. Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan tewas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Balikpapan segera mengerahkan satu tim penyelamat. Pada pukul 08.58 WITA, tim bergerak menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) dan tiba di lokasi pada pukul 09.30 WITA. Operasi evakuasi dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita, SE, MM.
Setibanya di Pelabuhan Semayang, tim segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan cepat, mengingat kondisi korban yang terjepit di dalam kendaraan akibat kecelakaan di area dek kapal.
Dalam kejadian tersebut, tercatat empat orang korban, terdiri dari tiga orang dewasa dan satu orang anak-anak.
Korban masing-masing Idham (L/52) Warga Kabupaten Berau, Hj. Nurma (P/64) warga Kabupaten Luwu, Nur Asisah (P/10 tahun) Warga Jalan Gunung Binjai No. 3 RT 15 Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Rosnaini (P/43) warga Kabupaten Wajo.
Keempat korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR. Tiga orang korban selamat dalam kondisi luka-luka. Satu korban meninggal dunia atas nama Idham Rapi. Seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga saat ini, satu korban anak atas nama Nur Asisah masih dalam pemantauan tenaga medis di RS Bhayangkara Balikpapan.
Kejadian ini juga mengakibatkan kerugian materil berupa satu unit truk pengangkut beras dalam kondisi terbalik pada sisi kanan, satu unit kendaraan pick up L300 pengangkut telur yang tertimbun muatan beras serta tertimpa truk, dan satu unit kendaraan Triton yang turut tertimpa truk beras tersebut. “Hingga pukul 12.57 WITA, Operasi SAR masih berlangsung dengan fokus pada pemindahan barang dan reruntuhan kendaraan guna memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam kapal,” ungkap Endrow. (*/sumber: Basarnas Kaltim)