KALTIMVOICE.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan seluruh 50 program prioritas tetap berjalan sesuai rencana meskipun daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program-program strategis tersebut karena memiliki target capaian yang jelas dan mendukung misi pembangunan daerah.
“Program yang ada angka-angkanya masih bisa dikejar melalui bantuan-bantuan lain, baik keuangan maupun dukungan di sektor pertanian dan lahan,” tegas Mahyunadi, Jumat (21/11/25).
Ia menjelaskan, beberapa program besar, termasuk pengembangan lahan pertanian seluas 100 ribu hektare, bisa dipenuhi melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, kementerian teknis, serta mitra pendukung lainnya. Menurutnya, Kutim tidak harus sepenuhnya bergantung pada APBD.
Program-program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti bantuan RT sebesar Rp50 juta dan penyediaan seragam gratis untuk pelajar, juga tetap menjadi prioritas. “Nanti program RT kita lihat keadaan anggaran. Kalau kuat anggarannya, tetap dijalankan,” katanya.
Mahyunadi menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti pemangkasan kegiatan, melainkan fokus pada hal yang berdampak langsung. “Efisiensi bukan pemangkasan, tetapi mengefektifkan anggaran agar lebih fokus pada program yang berdampak,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh program prioritas mulai berjalan secara penuh pada 2027 dan berlanjut hingga 2028. Sementara proyek besar seperti pembangunan jalan Sangatta-Rantau Pulung dilaksanakan dengan skema multi-years agar progres tidak terhambat proses lelang tahunan.
Dengan strategi efisiensi terpadu dan dukungan pendanaan lintas sumber, Pemkab Kutim optimistis seluruh target pembangunan dapat dicapai tanpa mengorbankan kualitas program maupun kepentingan masyarakat. (adv/diskominfokutim/yud)