KALTIMVOICE.ID, KUTAI TIMUR – Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) meninjau langsung Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pengembangan kawasan sekaligus mendorong industrialisasi berbasis nilai tambah di wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, Rudy Mas’ud menegaskan bahwa KEK MBTK harus menjadi pusat ekonomi baru Kalimantan Timur yang tidak lagi bertumpu pada sektor ekstraktif semata. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri pengolahan yang mampu meningkatkan nilai komoditas daerah sebelum dipasarkan.
Direktur PT MBTK, Ade Himawan menjelaskan bahwa secara geostrategis, wilayah Kutai Timur dipersiapkan sebagai pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta industri mineral, gas, batu bara, hingga sektor pariwisata. Selain itu, telah direncanakan pembangunan pelabuhan internasional serta peningkatan jalan akses guna mendukung kelancaran distribusi bahan baku dan hasil industri.
“KEK MBTK terbuka untuk berbagai sektor, mulai dari pengolahan kayu, energi, logistik, hingga penyediaan infrastruktur. Calon investor dari berbagai negara sudah menunggu. Ini menjadi perhatian bersama untuk mendukung kawasan yang telah menyerap anggaran sekitar Rp1,7 triliun,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Gubernur Kaltim, Rabu (25/2/2026).
Letak KEK Maloy yang berada di lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II menjadikannya sangat strategis sebagai jalur perdagangan internasional. Posisi ini dinilai mampu memperkuat daya saing kawasan sebagai simpul industri dan logistik di kawasan timur Indonesia.
KEK Maloy sendiri diresmikan pada 1 April 2019 oleh Presiden Joko Widodo. Pengembangannya didukung pendanaan dari APBN, APBD Provinsi Kaltim, dan APBD Kutai Timur dengan total nilai proyek diperkirakan mencapai Rp 2,6 triliun.
Dengan dukungan infrastruktur dan posisi strategisnya, KEK MBTK diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi Kalimantan Timur menuju industri berbasis hilirisasi dan nilai tambah.(kaltimprov.go.id)