merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Tim SAR Temukan Jasad Pemuda Asal Kembang Janggut di Sungai Melenyu

img 20260603 wa0053
Tim SAR mengevakuasi jasad korban dari sungai Melenyu. (ist/Basarnas)

KALTIMVOICE.ID, KUTIM–Setelah melakukan upaya pencarian selama tiga hari, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di Sungai Melenyu 2, ) Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Korban ditemukan pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 08.40 WITA.

“Korban ditemukan meninggal dunia. Lokasi penemuan sekitar 7,7 kilometer dari kejadian awal,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Dody Setiawan, Rabu (3/6/2026) dalam keterangan kepada media ini.

Korban diketahui bernama Rifki (23), warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebelumnya, korban dilaporkan hanyut pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA saat berenang bersama rekan-rekannya di Sungai Melenyu 2.

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan melalui Pos SAR Kutai Timur, kejadian bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya berenang menyeberangi sungai. Saat hendak kembali menuju tenda, korban terseret derasnya arus sungai. Rekan-rekan korban tidak dapat memberikan pertolongan karena kondisi arus yang sangat kuat.

Operasi pencarian dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Kutai Timur, Brimob Polda Kalimantan Timur, Polsek Muara Wahau, serta keluarga dan masyarakat sekitar.

Akhirnya, pada Rabu (3/6/2026) pukul 08.40 WITA, korban berhasil ditemukan pada sekitar 7,7 kilometer dari lokasi kejadian awal. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi menuju Rumah duka.

Selama operasi berlangsung, tim menghadapi kendala berupa derasnya arus sungai yang menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pencarian. Meski demikian, berkat sinergi seluruh unsur yang terlibat, korban akhirnya berhasil ditemukan.

“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang terseret arus di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, dinyatakan selesai dan ditutup,” tukas Dody. (*/)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *