merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Tiang Driving Range Golf GOR Segiri Roboh, DPRD: Kok, Bisa? Umurnya Belum Setahun

img 20260304 wa0007
Deretan tiang penyangga driving range golf di kawasan GOR Segiri Samarinda yang menjadi sorotan setelah salah satu bagiannya roboh sebelum fasilitas tersebut resmi beroperasi. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Fasilitas driving range golf berteknologi digital di kawasan GOR Segiri Samarinda yang digadang-gadang menjadi yang pertama di Kalimantan kini justru menjadi sorotan. Sebelum resmi beroperasi, salah satu tiang penyangganya dilaporkan roboh beberapa waktu lalu.

Insiden tersebut memicu perhatian Komisi III DPRD Kota Samarinda yang turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena proyek tersebut menggunakan anggaran besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kok bisa roboh, padahal umurnya belum setahun. Ini kan baru saja dibangun,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menanggapi hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Taman Balai Kota, Hendri Irawan, menjelaskan bahwa penyebab awal diduga karena kondisi tanah yang kurang stabil. “Secara umum kami menduga kelabilan struktur tanah. Waktu terlihat sudah agak miring, langsung kita turunkan duluan. Kita bongkar sampai ke lapisan bawah untuk dilakukan perbaikan ulang,” jelas Hendri.

Menurut DPRD, persoalan ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, terutama pada kekuatan fondasi. Apalagi, dari hasil peninjauan ditemukan indikasi kemiringan pada tiang lain di sisi berbeda.

“Kita ingin betul-betul dipastikan aman. Jangan sampai nanti ketika sudah dibuka dan masyarakat berkegiatan, tiba-tiba ada kejadian seperti ini,” tegas Deni.

Tiang driving range tersebut diketahui dilengkapi sistem digital yang didatangkan langsung dari Korea Selatan. Dengan total nilai pembangunan dan perlengkapan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp60 miliar, fasilitas ini dirancang menjadi pusat latihan golf modern di Samarinda.

“Ini anggarannya besar. Katanya satu-satunya di Kalimantan yang menggunakan digital dari Korea. Artinya fasilitas yang dibiayai APBD harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Hendri memastikan proses perbaikan sudah berjalan dan ditargetkan menunjukkan perkembangan signifikan dalam waktu dekat. “Secepatnya kita perbaiki. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini sudah ada progres yang signifikan,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *