merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Tangga Tinggi Dikeluhkan Pedagang, Pasar Pagi Samarinda Bakal Punya Eskalator Luar Ruangan Tahun Depan

whatsapp image 2026 09 01 at 13.22.00 (1)
Tampak akses tangga menuju area dalam Pasar Pagi Samarinda yang dikeluhkan pedagang. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Keluhan pedagang soal akses tangga yang tinggi di Pasar Pagi Samarinda direspons Pemerintah Kota Samarinda. Pemkot berencana membangun eskalator luar ruangan (outdoor) di kawasan pintu masuk utama menuju area dalam pasar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pembangunan eskalator akan diajukan melalui anggaran 2027. Penambahan fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari penyesuaian desain Pasar Pagi berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Eskalator itu diprediksi 2027 kita ajukan anggarannya. Jadi ada beberapa memang yang kita harus ubah desainnya itu mengikuti kemauan masyarakat Samarinda,” ujar Marnabas.

Rencana tersebut berangkat dari keluhan pedagang yang menilai akses menuju area pasar masih menyulitkan pengunjung. Tangga dengan jumlah anak tangga yang cukup banyak membuat sebagian pembeli, terutama warga lanjut usia, enggan naik ke lantai atas.

Aji Surati Surati (68), pedagang sembako yang menempati kios di lantai dua sejak Januari 2026, merasakan langsung dampak persoalan ini. Sejak pindah ke gedung baru, omzetnya menurun drastis, bahkan hingga siang hari kiosnya kerap belum mencatat transaksi sama sekali.

“Ya kurang, Mbak, pendapatan dan pengunjung. Memang ini ngeluhnya di naik tangga. Kalau orang sudah sepuh ya enggak bisa tahan toh. Kasihan juga,” katanya saat ditemui di kiosnya, Jumat (19/6/2026) lalu.

Keluhan senada disampaikan Ketua Forum Pedagang Pasar Pagi, Thoriq Hakim. Ia sebelumnya telah mengusulkan pemasangan eskalator lantaran akses tangga yang tinggi dinilai membuat pengunjung enggan menuju area perdagangan.

“Kami mengajukan agar tangga yang tinggi itu dipasang eskalator, supaya pengunjung enak aksesnya masuk ke dalam pasar,” ujar Thoriq kepada Kaltimvoice.id, Kamis (30/7/2026) lalu.

Marnabas menjelaskan, eskalator yang direncanakan akan ditempatkan di luar gedung dengan sistem berjalan, mirip fasilitas yang lazim ditemui di bandara. Dengan begitu, pengunjung tak perlu lagi menapaki tangga untuk mencapai lantai atas.

“Yang dikeluhkan masyarakat itu yang naik tangganya terlalu tinggi. Kita akan bikin eskalator di situ yang eskalator jalan. Jadi kayak di bandara itu tinggal berdiri,” jelasnya.

Padahal, Pasar Pagi sejatinya telah dilengkapi lift sebagai akses menuju lantai atas. Namun menurut Marnabas, fasilitas tersebut belum banyak diminati masyarakat, terutama kalangan pedagang.

“Walaupun sekarang kan kita siapkan sebenarnya lift. Cuma lift itu ternyata masyarakat Samarinda belum ini, apalagi pedagang,” katanya.

Selain soal akses, Pemkot turut mempertimbangkan penataan ulang komoditas basah seperti ikan yang saat ini berada di lantai atas. Marnabas menyebut pihaknya akan mencari lokasi yang memungkinkan untuk memindahkan aktivitas tersebut ke lantai bawah.

“Kemudian mungkin kita pikirkan juga penjualan yang basah. Seperti ikan itu kan di atas ini sekarang. Kita nanti carikan lokasi, mudah-mudahan bisa carilah kalau ada tempat di bawah itu lebih baik di bawah,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *