KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Fakultas Teknik Universitas Mulawarman melalui Program Studi Teknik Geologi kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Geologi bertajuk Borneo Earth Science Summit. Kegiatan ini menjadi ruang penting agar memetakan kondisi geologi Kalimantan, mulai dari karakter evolusi geomorfologi, potensi minerba, hingga tingkat kerentanan geologi yang berimplikasi pada perencanaan pembangunan, Selasa (9/12/2025).
Acara yang berlangsung di Gedung Hexagon itu menghadirkan berbagai pakar, seperti Senior Geologist Pertamina Thomas Yunanto Yoga, Dosen Geologi Unmul Dr. Muhammad Dahlan Balfas, perwakilan ESDM Kaltim Faried Rahmany, serta akademisi lain dari UMKT dan STT Migas Balikpapan.
Pada forum tersebut, para pakar membahas perkembangan cekungan sedimenter Kalimantan yang berperan besar dalam pembentukan minyak dan gas. Selain itu, dipaparkan pula jalur mineralisasi yang membentuk potensi emas, batu bara, pasir kuarsa, dan mineral logam lainnya. Para ilmuwan juga menyoroti kerentanan geologi yang perlu mendapat perhatian, termasuk potensi gerakan tanah serta dinamika tektonik Kalimantan bagian utara.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, turut hadir dan memberikan pandangan mengenai peran ilmu geologi pada pembangunan daerah. Ia menegaskan, data geologi harus menjadi alat perencanaan, bukan sekadar konsumsi akademik.
“Geologi Kalimantan harus disampaikan secara edukatif dan lengkap, agar memberikan manfaat bagi perencana pembangunan maupun industri yang bekerja di sektor sumber daya alam,” ujarnya.
Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi geologi bagi mahasiswa dan generasi muda. Para pemateri menekankan perlunya metode pembelajaran berbasis lapangan agar memperkuat pemahaman praktis mengenai karakter geologi Kalimantan.
Kegiatan ini diakhiri dengan rekomendasi agar seminar serupa digelar secara berkala dengan cakupan riset yang lebih luas. Unmul disebut berpotensi menjadi pusat kajian geologi Kalimantan karena memiliki pengalaman penelitian panjang di wilayah Delta Mahakam dan Cekungan Kutai.
Seminar nasional tersebut diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi pemerintah, industri, dan akademisi dalam memanfaatkan potensi geologi Kalimantan secara berkelanjutan. (yud)