merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Polresta Samarinda Jamin Perlindungan Wartawan di Tengah Potensi Ricuh Unjuk Rasa

whatsapp image 2025 08 29 at 18.15.59 d359bfbf
Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Novi Hari Setyawan (yud/kaltimvoice.id)


KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Isu keselamatan jurnalis kembali menjadi perhatian dalam setiap aksi unjuk rasa di ruang publik. Polresta Samarinda menegaskan komitmennya melindungi insan pers yang kerap berada di garis depan peliputan, terutama ketika situasi demonstrasi berubah menjadi kericuhan.

Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Novi Hari Setyawan, mengatakan pihaknya selalu berupaya memastikan penyampaian pendapat berlangsung aman, tanpa merugikan masyarakat maupun wartawan.

“Kalau unjuk rasa berjalan normal tentu aman. Namun, ketika terjadi chaos, kami sangat menyayangkan bila rekan jurnalis ikut menjadi korban. Dalam kondisi ricuh seperti itu, kadang memang sulit membedakan mana pendemo dan mana wartawan,” ujarnya, Jumat (29/8/25).

Menurutnya, potensi kericuhan di lapangan sulit diprediksi sehingga aparat harus bertindak cepat. Situasi inilah yang berisiko menimbulkan salah sasaran, termasuk kepada jurnalis yang sedang bertugas. Ia mengimbau agar wartawan selalu membawa identitas resmi saat melakukan peliputan.

“Kami berpesan kepada teman-teman jurnalis, apabila meliput di situasi unjuk rasa sebaiknya membawa ID card atau tanda pengenal khusus. Dengan begitu, aparat yang berjaga bisa lebih mudah mengidentifikasi bahwa mereka adalah wartawan, bukan bagian dari massa,” jelasnya.

Ia menilai usulan penggunaan rompi khusus jurnalis layak dipertimbangkan. Menurutnya, langkah itu akan mempermudah aparat di lapangan membedakan insan pers dengan massa demonstran. “Di beberapa daerah sudah ada rompi pers untuk membedakan wartawan dengan pendemo. Usulan itu bagus, nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan. Mudah-mudahan bisa diakomodir, sehingga aparat di lapangan lebih mudah mengenali rekan media yang sedang bertugas,” ungkapnya.

Selain faktor keamanan, ia menegaskan kepolisian juga memahami pentingnya kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Peran media, kata dia, bukan hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga menjembatani informasi antara masyarakat dan pemerintah.

“Peran media sangat vital. Mereka menyampaikan fakta kepada publik sehingga masyarakat mendapat informasi yang benar. Tugas kami bukan hanya menjaga ketertiban umum, tapi juga memastikan rekan-rekan jurnalis dapat bekerja dengan aman tanpa terhalang kondisi lapangan,” tambahnya.

Polresta Samarinda berharap sinergi antara aparat keamanan dan media terus terjalin. Dengan kerja sama yang baik, peliputan di tengah massa bisa berlangsung aman, sementara aparat tetap menjaga ketertiban umum. “Polisi dan media harus saling memahami. Aparat bertugas menjaga ketertiban, sementara media menjalankan fungsi kontrol sosial. Dengan sinergi yang baik, keduanya bisa berjalan seiring untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Novi. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *