KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperluas jangkauan program Gratispol kesehatan mulai memasuki fase baru. Untuk memastikan layanan kesehatan gratis itu benar-benar bisa diakses warga di wilayah pedalaman, Pemprov menyiapkan pembangunan rumah sakit provinsi di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Fasilitas tersebut ditargetkan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat di kawasan barat Kaltim yang selama ini jauh dari ibu kota provinsi. Rumah sakit baru ini dirancang berdiri di Kecamatan Bongan dengan alokasi anggaran sekitar Rp297 miliar.
Pemprov menyiapkan lahan seluas 70 hektare untuk pembangunan, meski proses administrasi pengalihan aset masih berjalan karena lahan tercatat sebagai milik Kementerian Transmigrasi. Agar program Gratispol bisa diperluas lebih cepat, Pemprov kini mempercepat proses hibah lahan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan percepatan hibah lahan menjadi kunci agar pembangunan tidak mundur dan layanan Gratispol dapat menjangkau warga Kutai Barat lebih cepat. “Lahannya masih kita siapkan, karena milik Kementerian Transmigrasi. Kita akan ke Jakarta minta Hak Pengelolaan Lahan (HPL)-nya dicabut dan diserahkan hibah ke kami,” ujar Jaya, Minggu (23/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa studi kelayakan untuk rumah sakit sudah tuntas. Saat ini penyusunan Detail Engineering Design (DED) sedang dikerjakan untuk mempercepat kesiapan konstruksi. Targetnya, pembangunan fisik bisa dimulai pada pertengahan 2025 sehingga fasilitas ini dapat segera beroperasi mendukung layanan kesehatan gratis.
Namun pembangunan fisik bukan satu-satunya pekerjaan besar. Pemprov juga menyiapkan penambahan tenaga kesehatan yang masih minim di Kutai Barat, yakni hanya sekitar 70 orang. Agar rumah sakit dapat melayani Gratispol secara optimal, rekrutmen tenaga kesehatan akan dilakukan melalui CPNS maupun pemindahan ASN dari kabupaten dan kota. “Kita akan jaring melalui seleksi CPNS maupun pemindahan tugas dari setiap rumah sakit dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” jelas Jaya.
Jaya menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit provinsi ini merupakan tonggak penting dalam perluasan akses Gratispol terutama bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang menuju Samarinda untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. “Percepatan pembangunan ini sangat penting agar wilayah yang jauh dari Samarinda bisa merasakan langsung program Gratispol kesehatan dari Pemprov Kaltim melalui layanan rumah sakit milik provinsi,” tegasnya.
Melalui akselerasi pembangunan ini, Pemprov memasang target lebih cepat. Rumah sakit yang awalnya direncanakan rampung pada 2029 kini ditargetkan selesai pada 2027. Selain di Kutai Barat, hingga 2030 Pemprov menyiapkan tiga rumah sakit provinsi baru, termasuk satu di Mahakam Ulu yang dibangun menggunakan anggaran kementerian.
Dengan hadirnya fasilitas kesehatan provinsi di Kubar, pemerintah berharap layanan Gratispol dapat diterima masyarakat secara lebih merata, modern, dan mudah dijangkau. “Percepatan pembangunan ini sangat penting agar wilayah yang jauh dari Samarinda bisa merasakan langsung program Gratispol kesehatan dari Pemprov Kaltim melalui layanan rumah sakit milik provinsi,” tutupnya. (Adv/DiskominfoKaltim/ns)