KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memperluas arah pembangunan pendidikan tinggi dengan menyiapkan integrasi yang lebih kuat antara kampus dan dunia kerja. Salah satu program yang menjadi fondasi awal adalah Gratispol, skema pembiayaan yang memungkinkan mahasiswa berkuliah tanpa dibebani Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, menjelaskan bahwa GratisPol bukan hanya sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan pintu masuk untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kompetensi dan kesiapan kerja lebih baik.
Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan lulusan SMA/SMK tidak terhenti hanya karena masalah biaya dan memiliki jalur berkelanjutan menuju karier yang relevan.
Ia mengatakan, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi saat ini terbuka lebar dan tidak boleh disia-siakan. “Di setiap pertemuan dengan sekolah dan siswa, kami tekankan bahwa sekarang adalah waktu terbaik untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Kesempatan kuliah tanpa bayar bukan sesuatu yang datang setiap hari,” ungkap Armin, Selasa (25/11/2025).
Armin menegaskan bahwa pilihan perguruan tinggi bagi lulusan SMA/SMK kini jauh lebih fleksibel. Baik kampus negeri maupun swasta memiliki peluang yang sama selama memenuhi ketentuan dan dapat bekerja sama dalam skema pembiayaan pendidikan.
“Sayang sekali jika ada yang tidak melanjutkan kuliah. Banyak kampus, baik negeri maupun swasta, bisa menjadi tempat berkembang bagi anak-anak kita,” tambahnya.
Dalam pengembangan berikutnya, Pemprov Kaltim melalui Disdikbud juga menyiapkan kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja. Kolaborasi ini bertujuan menghubungkan lulusan GratisPol dengan peluang kerja yang sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja di daerah, terutama pada sektor-sektor yang saat ini berkembang di Kaltim.
Rencana integrasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan jalur pendidikan yang tidak hanya memberi akses kuliah tanpa biaya, tetapi juga memastikan lulusannya siap terjun ke dunia profesional.
Armin menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari langkah besar Pemprov Kaltim membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. “Kami ingin memastikan anak-anak Kaltim tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga siap bersaing dan memiliki masa depan cerah,” tutupnya. (Adv/DiskominfoKaltim/ns)