KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Praktik juru parkir liar yang memungut tarif di luar ketentuan kembali menjadi sorotan di Kota Tepian. Keluhan masyarakat soal tarif yang melebihi ketentuan sudah termasuk kategori kategori pungutan liar dan dalam beberapa kasus disertai unsur intimidasi.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pemerintah tidak memusuhi juru parkir. Namun, ia ingin keberadaan mereka menjadi bagian dari sistem yang tertib dan tidak meresahkan masyarakat. “Kita tidak anti terhadap jukir, tapi kita ingin terbentuknya tata kelola parkir yang baik dan tidak meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Samarinda akan memperkuat penataan tata kelola parkir dengan melibatkan aparat penegak hukum. Kerja sama lintas institusi dinilai penting karena persoalan parkir menyangkut ketertiban umum dan kepastian hukum.
“Itu sebabnya pemerintah kota ke depan, dalam rangka melakukan penataan tata kelola parkir yang memang tidak ringan ini, akan bekerja sama dengan Polri, TNI, serta kejaksaan,” katanya.
Dalam upaya penertiban, pemerintah membuka ruang partisipasi publik. Masyarakat diminta berani melaporkan praktik yang meresahkan, termasuk melalui media sosial, dengan tetap mengedepankan fakta. “Masyarakat juga harus membantu. Jika ada kegiatan yang meresahkan, silakan di-upload, yang penting sesuai dengan fakta dan benar. Itu akan menjadi perhatian aparat dan pemerintah,” ujarnya.
Andi Harun menyebut penataan parkir sebagai bagian dari era transformasi. Pemerintah ingin membangun kesadaran bahwa mencari nafkah harus dilakukan secara benar dan mengikuti sistem yang telah ditetapkan.
Ia juga menambahkan, masyarakat kini semakin kritis dan mengutamakan kejujuran dalam pelayanan. “Kita ingin ini menjadi era transformasi. Kesadaran dari para jukir bahwa makin ke sini, tidak ada lagi nanti tempat bagi orang yang mau cari nafkah secara tidak benar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut penataan parkir bukan perkara mudah. Namun, ia berharap langkah tersebut akan berhasil bila mendapat dukungan luas dari warga. “Walaupun kami sadar ini bukan pekerjaan mudah, akan jauh lebih ringan kalau masyarakat ikut serta memberikan dukungan,” pungkasnya. (mell)