merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Pemkab Kutim Prioritaskan Infrastruktur untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

img 20251124 wa0003
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi.

KALTIMVOICE.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Fokus anggaran diarahkan pada sektor yang memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, seperti pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan strategi ini penting agar anggaran daerah benar-benar memberi manfaat luas. “Efisiensi anggaran bukan berarti pemangkasan, tapi mengefektifkan penggunaan dana agar program-program yang benar-benar berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Pemkab Kutim ingin memastikan, seluruh program strategis mulai berjalan pada 2027 dan berlanjut hingga 2028. Infrastruktur yang baik dianggap sebagai syarat utama untuk menggerakkan distribusi logistik, mempercepat mobilitas warga, serta membuka peluang usaha baru.

“Anggaran difokuskan pada pembangunan yang memberikan nilai tambah nyata, bukan kegiatan seremonial,” tegas Mahyunadi.

Program yang dinilai berdampak luas, seperti perbaikan akses transportasi antar kecamatan dan peningkatan konektivitas kawasan produksi, akan menjadi prioritas. Sementara program dengan skala lebih kecil akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

Mahyunadi menyebut, pembangunan infrastruktur juga menjadi pondasi bagi sektor lain, termasuk pendidikan dan pelayanan dasar. Infrastruktur jalan dan jembatan yang baik akan mempermudah akses siswa ke sekolah serta meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Intinya, setiap program yang dijalankan harus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kutim dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *