KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Harapan masyarakat Kutai Timur (Kutim) untuk segera memiliki museum daerah harus kembali tertunda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim memastikan bahwa proyek pembangunan museum tahun ini dihentikan sementara akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, mengungkapkan, dana yang sebelumnya telah dialokasikan sebesar Rp2 miliar harus terhapus dalam proses penyesuaian anggaran daerah. “Iya, Alhamdulillah untuk pembangunan museum sementara karena kemarin efisiensi, kita anggarkan ada 2M terhapus,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Padliyansyah menambahkan, dengan penghapusan tersebut, kegiatan fisik pembangunan museum belum bisa dilanjutkan. “Maka untuk tahun ini stop dulu, mudah-mudahan di tahun depan ada,” katanya.
Namun, pihaknya tidak tinggal diam. Disdikbud Kutim berencana melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari peluang pendanaan alternatif. “Akhir tahun ini saya akan ke pusat untuk menindaklanjuti, siapa tahu ada bantuan dari pemerintah pusat untuk segera dibangun museum itu,” paparnya.
Adapun total kebutuhan dana pembangunan museum diperkirakan mencapai Rp15 miliar. Angka tersebut hanya mencakup pembangunan fisik, belum termasuk pengadaan koleksi dan interior. “Kalau keseluruhan kemarin kan anggaran yang dibuat oleh konsultan itu sekitar 15 miliar, kurang lebih, itu untuk bangunannya, isinya belum,” jelasnya.
Meski demikian, lokasi pembangunan museum tetap di Jalan Soekarno-Hatta, sesuai rencana awal. “Lokasi itu udah lama, masih tetap,” tegasnya.
Dengan tertundanya proyek ini, masyarakat Kutim masih harus bersabar menantikan terwujudnya museum daerah yang diharapkan menjadi pusat pelestarian sejarah dan budaya lokal. (adv/diskominfokutim/yud)