merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Momen Nataru, Pemprov Kaltim Perketat Pengendalian Harga Lewat Sinergi Daerah

img 20251226 wa0045
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Menghadapi lonjakan konsumsi pada akhir tahun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah preventif untuk meredam potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan koordinasi daerah agar stabilitas harga tetap terjaga menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Upaya tersebut dilakukan dengan mengintensifkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai garda depan pemantauan harga. Tidak hanya di tingkat provinsi, pengendalian juga diperluas hingga kabupaten dan kota guna memastikan kebijakan berjalan seragam di seluruh wilayah.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara terpisah antarwilayah karena dinamika pasar saling berkaitan. “Kami memantau pergerakan harga dari sisi pasokan dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengendalian inflasi harus dilakukan secara bersamaan di semua daerah,” ujarnya, Jum’at (26/12/2025).

Sebagai bagian dari antisipasi, Pemprov Kaltim telah menggelar pertemuan strategis bersama TPID kabupaten/kota. Pertemuan tersebut difokuskan pada pemetaan komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan dan faktor distribusi. Hasil pemetaan itu menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah lanjutan, termasuk intervensi pasar apabila terjadi gejolak yang dinilai tidak wajar.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga memberi perhatian serius pada kelancaran distribusi barang. Menurut Heni, persoalan distribusi kerap menjadi pemicu utama lonjakan harga meskipun pasokan sebenarnya mencukupi.

“Kalau distribusi terganggu, harga bisa langsung naik. Karena itu kami pastikan jalur distribusi berjalan baik. Jika ada indikasi kenaikan yang tidak wajar, pemerintah siap turun tangan,” tegasnya.

Pemprov Kaltim menilai sinergi antarinstansi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga, terutama pada momen dengan tingkat konsumsi tinggi seperti Natal dan Tahun Baru. Dengan koordinasi yang diperkuat, pemerintah optimistis fluktuasi harga dapat ditekan.

Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat dan memastikan perayaan akhir tahun di Kalimantan Timur berlangsung dengan tenang tanpa tekanan lonjakan harga bahan pokok. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *