merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Mayoritas IPA Kembali Normal, Bantuas Masih Hadapi Intrusi Air Laut

whatsapp image 2026 09 14 at 14.23.12
Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Gangguan intrusi air laut yang sempat mengganggu operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) di Samarinda mulai mereda.

Per Senin (14/9/2026), mayoritas IPA telah kembali beroperasi normal dan kondisi beralih ke tahap siaga, sementara IPA Bantuas masih mengurangi jam operasional karena kadar klorida air baku tetap tinggi.

Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi, mengatakan kondisi saat ini sudah jauh lebih terkendali dibandingkan saat krisis pada (10/9).

Sejumlah IPA yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi setelah kadar klorida air baku berada di bawah 250 PPM (parts per million), yang menjadi batas operasional Perumda.

“Untuk informasi per tanggal 14 September hari ini kita sudah ke kondisi normal,” kata Cevi saat dikonfirmasi di Kantor Utama Perumda Tirta Kencana Samarinda, Senin (14/9/2026).

Ia menyebut IPA Tirta Kencana, Gunung Lipan, Samarinda Seberang, Kalhol, Sungai Kapih, dan Pulau Atas telah kembali beroperasi normal. Dengan kondisi tersebut, pemantauan kini dilakukan dalam status siaga untuk mengantisipasi kembali naiknya kadar klorida.

“Untuk saat ini pagi ini cuma IPA Bantuas saja,” ujarnya.

Di Bantuas, kadar klorida pada pukul 11.53 Wita masih berada di kisaran 1.000 PPM, jauh di atas batas operasional 250 PPM. Meski demikian, kondisi itu tidak membuat IPA Bantuas berhenti beroperasi total selama 24 jam.

Perumda menyesuaikan jam produksi berdasarkan hasil pemantauan kadar klorida. Ketika kadarnya turun, produksi dapat kembali dijalankan, sedangkan produksi dihentikan sementara jika kadarnya kembali meningkat.

“Tidak ada stop total 24 jam, cuma pengoperasian jam operasional saja,” jelas Cevi.

Pemantauan di Bantuas kini dilakukan setiap 15 menit untuk menentukan apakah produksi dapat dilanjutkan atau harus dihentikan sementara.

“Kita 15 menit sekali kita pantau. Apabila kloridanya menurun, kita produksi, apabila naik kita stop lagi,” katanya.

Kembalinya sejumlah IPA ke kondisi normal juga belum serta-merta membuat aliran air merata ke seluruh pelanggan. Beberapa jaringan pipa yang sebelumnya kosong masih membutuhkan pengisian sehingga tekanan dan aliran air memerlukan waktu untuk kembali stabil.

“Mungkin kalau misalnya masih belum mengalir atau apa, masih untuk mengisi pipa-pipa kita yang kosong,” ujarnya.

Seiring membaiknya kondisi mayoritas IPA, Perumda tidak lagi membuka terminal bantuan air di Sungai Kapih dan Selili. Menurut Cevi, bantuan air saat ini difokuskan ke wilayah Bantuas yang IPA-nya masih belum beroperasi normal.

Meski kondisi mulai membaik, Perumda masih memantau perkembangan intrusi dalam 10 hari ke depan. Cevi berharap hujan turun di wilayah hulu maupun Samarinda agar kadar klorida tidak kembali meningkat.

“Kita pantau lagi 10 hari ke depan, mudah-mudahan di hulu ada hujan, di Samarinda ada hujan juga. Mudah-mudahan tidak ada lagi intrusi air asin,” harapnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *