merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Masa Tunggu Haji Ditargetkan Turun Jadi 26 Tahun, Jemaah Kaltim Capai 3.166 Orang Tahun Ini

img 20260407 wa0005
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur, Mohlis Hasan. (mell/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Harapan baru datang bagi jemaah calon haji di Kalimantan Timur. Pemerintah memastikan adanya masa pengurangan masa tunggu keberangkatan secara signifikan, dari yang selama ini bisa mencapai 40 hingga 47 tahun menjadi rata-rata 26 tahun mulai 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur, Mohlis Hasan menyebut kebijakan ini menjadi angin segar di tengah panjangnya antrean haji yang selama ini dikeluhkan masyarakat. “Sekarang menggunakan sistem waiting list. Jadi siapa yang lebih dulu mendaftar, dia yang lebih dulu berangkat,” jelasnya.

Perubahan sistem ini, kata Mohlis, membuat antrean lebih dinamis dan tidak lagi bergantung pada persentase jumlah penduduk muslim di suatu daerah. Dengan begitu, peluang keberangkatan dinilai lebih terbuka dan pergerakan antrean bisa lebih cepat.

Khusus embakarsi haji Balikpapan, jumlah jemaah calon haji tahun ini tercatat sebanyak 5.812 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.166 berasal dari Kaltim, dengan Samarinda menjadi penyumbang terbanyak, yakni 1.024 jemaah.

Selain soal antrean, kesiapan jemaah juga terus dimatangkan, mulai dari manasik hingga kondisi kesehatan. “Yang penting jaga kesehatan. Karena kalau tidak sehat, tidak bisa berangkat,” kata Mohlis.

Ia juga mengimbau calon jemaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dan tidak terlalu kelelahan akibat aktivitas yang berlebihan. Untuk vaksinasi, sebagian besar jemaah juga telah dinyatakan siap. Vaksin COVID-19 tidak lagi diwajibkan bagi yang sudah pernah menerima, sementara vaksin lain seperti influenza tetap dianjurkan.

Menariknya, di tengah kabar pemangkasan waktu tunggu ini, minat masyarakat untuk mendaftar haji justru terus meningkat. “Animo masyarakat tinggi. Ini menunjukkan semangat berhaji tetap besar,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *