KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Di tengah proses Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Kalimantan Timur, nama Bambang Soepriyadi menjadi sorotan. Maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat Kaltim, latar belakangnya dipertanyakan. Padahal, sebagai putra daerah, dirinya besar dan berkarir di Benua Etam.
Bambang resmi mengembalikan berkas pencalonan Ketua DPD Demokrat Kaltim di Kantor DPD Demokrat Kaltim, Kamis (4/6/2026), didampingi dukungan dari sejumlah DPC kabupaten dan kota.
Di tengah berbagai persepsi yang berkembang bahwa dirinya merupakan figur yang datang dari pusat karena berstatus Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD Demokrat Kaltim, Bambang menegaskan dirinya merupakan putra asli Kalimantan Timur.
“Banyak isu di luar yang mengira saya orang pusat karena memang lazimnya Plt. itu dari DPP. Padahal saya lahir di Balikpapan, sekolah di Kaltim, bekerja di Kaltim juga, bahkan sempat menjadi ASN di daerah,” ujarnya kepada awak media, Kamis (4/6/2026).
Lahir di Balikpapan pada 5 Oktober 1978, Bambang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi di Kalimantan Timur. Ia meraih gelar Sarjana Kehutanan dan Magister Ekonomi Pembangunan di Universitas Mulawarman.
Karir profesionalnya dimulai sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kutai Timur sebelum kemudian dipercaya menjadi staf ahli anggota DPR RI. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan daerah, investasi, hingga hubungan pemerintah pusat dan daerah.
Di luar dunia politik, Bambang juga dikenal aktif sebagai pengusaha yang bergerak di sektor lingkungan hidup, jasa kepelabuhanan, dan pengembangan usaha. Bekal pengalaman di birokrasi, parlemen, dan dunia usaha itulah yang kini ingin ia bawa untuk memperkuat Demokrat Kaltim.
Menurutnya, tantangan terbesar partai ke depan bukan hanya memenangkan kontestasi politik, tetapi membangun mesin partai yang solid hingga tingkat paling bawah. “Kita akan coba memperkuat barisan sampai ke tingkat anak ranting supaya mesin partai bisa bekerja maksimal,” katanya.
Bambang mengaku keinginannya maju sebagai ketua bukan sekadar melanjutkan tugas sebagai Plt., melainkan meneruskan estafet kepemimpinan Demokrat Kaltim yang sebelumnya dipimpin Irwan Fecho. Ia berharap konsolidasi yang lebih kuat dapat mengembalikan capaian politik Demokrat di Kaltim, termasuk merebut kembali kursi DPR RI yang sempat lepas pada Pemilu terakhir.
Meski proses pemilihan masih menunggu verifikasi dari DPP Partai Demokrat, Bambang menegaskan langkahnya maju dilandasi panggilan untuk berkontribusi bagi daerah yang telah membesarkannya. “Mudah-mudahan masyarakat Kaltim tahu bahwa saya benar-benar orang Kaltim dan terpanggil untuk membangun Kaltim bersama teman-teman partai politik lainnya.” pungkasnya. (mell)