merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kutim Andalkan Pisang Kepok Grecek dan Nanas untuk Perkuat Ekonomi Petani

img 20251121 wa0032
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum.

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sektor hortikultura sebagai pilar tambahan ekonomi daerah. Dua komoditas yang kini menjadi unggulan adalah pisang kepok grecek dan nanas, yang produksinya meningkat dari tahun ke tahun dan semakin diminati pasar lokal maupun luar daerah.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyebut pisang kepok grecek telah menjadi identitas baru hortikultura daerah. Dengan kualitas buah yang lebih seragam, tekstur lebih padat, dan cita rasa khas, komoditas ini kini menjadi bahan baku utama bagi banyak pelaku UMKM yang memproduksi keripik, sale, hingga kue tradisional. “Pisang kepok grecek kita itu unggul. Banyak UMKM yang menjadikannya bahan baku utama, dan pasar luar daerah juga mulai melirik,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Selain pisang, komoditas nanas juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah kecamatan memiliki tanah yang cocok untuk budidaya nanas, sehingga produktivitasnya stabil sepanjang tahun. Dyah menuturkan bahwa petani mulai merasakan besarnya peluang dari penjualan nanas segar hingga produk olahan seperti selai dan minuman fermentasi. “Potensi nanas sangat besar. Produktivitasnya bagus, dan permintaan cukup stabil,” jelasnya.

Pemerintah tak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan. Melalui pendampingan teknis, petani dibekali pengetahuan budidaya, pengendalian hama terpadu, serta manajemen panen agar hasil tetap prima. “Kalau kualitas dijaga, nilai jualnya meningkat. Itu yang kami dorong,” ujar Dyah.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas lahan hortikultura melalui pemetaan wilayah potensial dan kolaborasi dengan UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk. “Kita ingin rantai ekonomi hortikultura berkembang. Petani untung, UMKM hidup, dan Kutim punya identitas produk sendiri,” terangnya.

Dengan permintaan yang terus naik, pisang kepok grecek dan nanas diyakini menjadi kekuatan baru ekonomi lokal sekaligus penopang ketahanan pangan daerah. “Pisang dan nanas bukan sekadar komoditas. Ini bagian dari kekuatan ekonomi lokal kita,” tegas Dyah. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *