merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kaltim Siapkan Beasiswa Gratispol untuk Atasi Krisis Guru SLB di Daerah Terpencil

whatsapp image 2025 11 17 at 10.32.34 a4ab02d0
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin (yud/kaltimvoice.id)

KALTIM VOICE, SAMARINDA – Kekurangan guru di Sekolah Luar Biasa (SLB), terutama di daerah terpencil, masih menjadi persoalan serius secara nasional. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menyiapkan program Beasiswa Gratispol khusus calon guru SLB sebagai solusi jangka menengah.
Inisiatif strategis ini digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk memastikan hak pendidikan anak berkebutuhan khusus terpenuhi secara merata di seluruh wilayah.
Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyatakan bahwa program beasiswa tersebut disusun sebagai respon langsung terhadap kondisi kekurangan tenaga pendidik yang terus berlarut.

“Beasiswa ini kami desain sebagai solusi jangka menengah agar kebutuhan guru SLB, terutama di daerah, bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (09/12/2025).
Rencana pelaksanaan program akan dibahas lebih lanjut bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan pemerintah kabupaten/kota untuk mematangkan kebijakan serta teknis pendanaannya. Salah satu opsi yang dinilai memungkinkan adalah penggunaan BOSDA, yang dapat memperkuat kolaborasi pemerintah daerah.
“Pemerintah daerah punya peran besar. Melalui BOSDA, program ini bisa berjalan efektif asalkan perencanaannya matang dan ada komitmen bersama,” tegas Armin.
Saat ini Disdikbud Kaltim tengah melakukan pemetaan kebutuhan guru SLB di seluruh kabupaten/kota. Pemetaan tersebut menjadi dasar penempatan lulusan beasiswa agar tepat sasaran, terutama di wilayah dengan kekurangan guru paling kritis.
Jika kuota beasiswa pada tahap awal masih terbatas, Disdikbud menyiapkan opsi cepat berupa pembukaan satu hingga dua kelas pendidikan luar biasa di Kaltim.

“Kalau penerimaan beasiswa belum bisa besar, kami pertimbangkan membuka satu sampai dua kelas khusus di Kaltim sebagai solusi cepat,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas calon guru, Disdikbud Kaltim telah menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa), perguruan tinggi yang dikenal unggul dalam Pendidikan Luar Biasa. Kerja sama tersebut kemungkinan akan diperluas dengan kampus lain yang memiliki program serupa.
“Kebutuhan guru SLB sangat mendesak. Kami berharap kolaborasi ini bisa segera diperluas agar lebih banyak calon guru dapat dibina,” tambahnya.

Armin juga menyinggung persoalan klasik terkait rendahnya tingkat pengabdian kembali para lulusan pendidikan khusus ke daerah asal, terutama bagi mereka yang belum berstatus PNS.
“Ini kendala jangka pendek yang terus kami hadapi. Dengan skema beasiswa berikatan dinas, kami berharap penerima beasiswa berkomitmen untuk mengabdi di daerah yang membutuhkan,” pungkasnya. (adv/diskominfokaltim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *