merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Kadispora Kutim Tegaskan Biliar Adalah Olahraga Resmi: “Semua Tergantung Niat, Jangan Stigma Negatif Lagi”

whatsapp image 2025 11 11 at 18.54.39 5ea7bc3b
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Kutai Timur, Basuki Isnawan

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Kutai Timur, Basuki Isnawan, angkat bicara agar meluruskan stigma negatif yang selama ini melekat pada olahraga biliar. Menurutnya, biliar adalah cabang olahraga yang diakui secara resmi, sama seperti olahraga lain, dan tidak sepantasnya dipersepsikan buruk hanya karena pandangan lama yang belum diperbarui. .

Basuki menegaskan, cara pandang masyarakat harus diarahkan ke hal positif. “Artinya kan kita melihatnya dengan cara berpikir positif lah ya. Ini juga bagian dari olahraga,” ujarnya, Senin (17/11/25).

Ia menekankan, kebaikan atau keburukan sebuah aktivitas sangat ditentukan oleh niat pelakunya. “Sepanjang itu olahraganya niatnya baik, pasti jadinya positif. Jangan sampai olahraga apa pun kalau niat kita tidak baik, bukan hanya billiard pun bisa jadi tidak baik. Semua kembali ke nawa itu, niat kita,” ujarnya.

Basuki juga menepis anggapan, biliar identik dengan hal-hal negatif di luar arena. “Kita datang ke sini untuk berolahraga. Artinya tidak ada embel-embel di belakangnya. Jelas, ini kegiatan olahraga. Kita bisa sehat,” tegasnya.

Agar memperkuat argumennya, Basuki memberikan contoh perkembangan olahraga lain yang sebelumnya juga dipandang sebelah mata. “Contoh e-sport. Dulu orang bilang cuma main game terus. Tapi sekarang Mobile Legends itu jadi bagian dari olahraga, jadi olahraga prestasi. Sama seperti biliar, tinggal bagaimana kita menyikapinya,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah melalui Dispora Kutim terus mendorong masyarakat agar melihat perkembangan olahraga secara lebih modern dan objektif. Ia menilai, banyak cabang yang dulunya dianggap sekadar hobi, kini bisa menjadi ladang prestasi hingga level nasional bahkan internasional.

Basuki berharap masyarakat bisa menanggalkan stigma lama dan mulai melihat biliar sebagai sarana pembinaan atlet serta wadah anak muda mengembangkan bakat. “Kita harus melihat potensi prestasinya. Selama niatnya baik dan tujuannya olahraga, maka biliar tetap menjadi kegiatan positif,” pungkasnya. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *