merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Jospol Jadi Angin Segar Buat Fitriana, Guru Honorer yang Mengajar dengan Ketulusan

img 20251130 wa0004
Fitriana, Guru muda yang mengajar di SDN 008 Samarinda Ilir, menerima bantuan insentif guru lewat program Jospol. (istimewa/dokumentasi pribadi)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Di sebuah ruang kelas sederhana di SDN 008 Samarinda Ilir, Fitriana, 23 tahun, setiap hari mengajar bahasa Inggris dengan penuh kesabaran. Dua tahun lebih ia mengabdikan diri sebagai guru honorer, menjalani profesi yang ia cintai meski pendapatannya sering kali tidak sebanding dengan beban kerja.

Namun, belakangan, ada secercah harapan baru yang ia rasakan melalui program Jospol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program tersebut memberikan insentif khusus bagi guru honorer, termasuk Fitriana.

Ia mengaku bantuan ini menjadi bentuk pengakuan yang selama ini jarang dirasakan oleh tenaga pendidik non-ASN. “Untuk program Jospol Insentif Guru ini dari saya itu sangat membantu, terlebih untuk para guru honorer di Samarinda. Perasaannya tentu sangat senang, bahagia sekali karena insentif ini sebagai bentuk nyata pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pengabdian kami,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).

Di sekolah tempatnya mengajar, penerima bantuan Jospol ditetapkan berdasarkan kelengkapan administrasi. Salah satu syarat utamanya adalah kepemilikan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). “Untuk di sekolah saya sendiri, penerimaan bantuan Jospol ini yang terdata sudah punya NUPTK,” jelas Fitriana.

Ia menuturkan bahwa NUPTK diterbitkan oleh kementerian dan prosesnya membutuhkan sejumlah berkas yang harus dipenuhi oleh para guru honorer. “NUPTK itu sendiri diterbitkan oleh kementerian dan untuk penerbitannya itu ada beberapa berkas yang harus disiapkan,” tambahnya.

Fitriana yang berasal dari Sepatin, Kutai Kartanegara, kini merasa beban hidupnya sedikit lebih ringan. Ia melihat program ini bukan sekadar bantuan uang, tetapi bentuk penghargaan atas kerja-kerja sunyi para guru honorer yang selama ini bertahan dengan honor yang sangat terbatas.

“Terima kasih banyak karena bantuan program Jospol ini sangat cukup membantu, terutama bagi kami yang sebelumnya cuma menerima honor kecil atau bahkan belum pernah menerima insentif dari pihak manapun,” tuturnya.

Program Jospol baginya bukan hanya dukungan finansial, melainkan dorongan moral yang membuatnya semakin yakin untuk terus mengabdi di dunia pendidikan yang ia cintai. (Adv/DiskominfoKaltim/ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *