merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Fuad Fakhruddin Edukasi Guru dan Warga Soal Demokrasi dan Kepemiluan

whatsapp image 2025 10 27 at 20.22.03 20133416
Anggota DPRD Kalimantan Timur, H Fuad Fakhruddin saat menggelar reses (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya demokrasi dan pelaksanaan Pemilu langsung menjadi fokus utama dalam kegiatan Reses Sidang Pleno III tahun 2025 yang digelar Anggota DPRD Kalimantan Timur, H Fuad Fakhruddin. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Darul Fa’ta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, pada Senin (27/10/2025).

Berbeda dari kegiatan reses pada umumnya yang lebih banyak membahas infrastruktur atau pelayanan publik, kali ini Fuad menitikberatkan pertemuan pada penguatan wawasan demokrasi. Pada kesempatan itu, ia mengundang para guru dan masyarakat sekitar agar berdiskusi mengenai peran aktif warga dalam menjaga kualitas demokrasi daerah.

“Dalam reses ini kita membahas mengenai pentingnya pengetahuan terkait Pemilu secara langsung, terkait dampak dan efek di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan sistem pemilu di Indonesia terus mengalami kemajuan. Namun, di sisi lain juga memunculkan tantangan baru yang perlu dijawab dengan peningkatan pemahaman masyarakat. “Kita melihat perkembangan pemilu di Indonesia sangat pesat karena itu tentunya harus ada pemahaman dan perbaikan serta perubahan terkait pemahaman pemilu,” ungkapnya.

Dirinya menilai, masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai mekanisme pemilu agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan maupun praktik politik yang tidak sehat. “Ini sebagai bentuk wawasan dan edukasi kepada masyarakat mengenai proses demokrasi di negara kita,” imbuhnya.

Ia pun berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, para peserta khususnya kalangan guru dapat menjadi agen penyebar informasi positif tentang demokrasi di lingkungan masing-masing. “Harapannya dengan adanya pemahaman demokrasi dan pemilu langsung, bisa memberikan dampak positif kepada guru dan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pendekatan edukatif ini, ia ingin menegaskan tentang keberhasilan demokrasi tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga pada tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga proses demokrasi yang jujur dan berintegritas. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *