merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Enam Rute Perintis Dibuka di Bandara APT Pranoto

img 20260127 wa0004
Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Akses transportasi udara bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kalimantan Timur kembali diperluas. Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto resmi mengoperasikan kembali enam rute penerbangan perintis sebagai bagian dari penguatan konektivitas antarwilayah.

Pengoperasian rute perintis ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memastikan ketersediaan transportasi dasar, khususnya bagi daerah yang masih memiliki keterbatasan akses infrastruktur darat dan laut.

Kepala BLU UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan, penerbangan perintis merupakan program pemerintah yang secara khusus ditujukan bagi wilayah 3T. Penetapan rute dilakukan melalui mekanisme usulan pemerintah daerah yang kemudian diverifikasi berdasarkan kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung.

“Ada enam rute yang kami operasikan, yakni Samarinda-Datah Dawai, Samarinda-Muara Wahau, Samarinda-Maratua, Samarinda-Long Apung, serta dua rute penghubung yaitu Maratua-Berau dan Datah Dawai-Melak,” ungkapnya, Senin (26/1/2026).

Frekuensi penerbangan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Rute dengan tingkat permintaan tinggi, seperti Samarinda-Long Apung dan Samarinda-Datah Dawai, dilayani hingga empat kali dalam sepekan. Sementara rute dengan volume penumpang lebih terbatas, seperti Maratua-Berau, dijadwalkan satu kali dalam sepekan.

Seluruh penerbangan perintis tersebut dilayani menggunakan pesawat jenis Grand Caravan C208B dengan kapasitas maksimal 12 penumpang. Penumpang juga mendapatkan fasilitas bagasi tercatat gratis hingga 10 kilogram serta bagasi kabin seberat 5 kilogram.

Adapun mekanisme pembelian tiket dilakukan secara langsung melalui loket bandara atau pemesanan via sambungan telepon kepada petugas setempat. Skema ini diterapkan sebagai penyesuaian terhadap keterbatasan akses jaringan internet yang masih dihadapi di sejumlah wilayah 3T di Kalimantan Timur. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *