merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Disporapar Dukung Percepatan Lampu Stadion Segiri untuk Super League dan AFC, Kajian Teknis Jadi Syarat

whatsapp image 2026 07 03 at 13.21.27
Gor Segiri Samarinda. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Hitung mundur menuju bergulirnya Super League pada September dan kompetisi AFC pada Oktober membuat pembenahan Stadion Segiri tak bisa lagi ditunda.

Di tengah rencana pemindahan lampu dari Stadion Palaran demi memenuhi standar pencahayaan pertandingan internasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek tersebut. Namun, satu hal ditegaskan: prosesnya tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, menyebut peningkatan kualitas lampu memang menjadi pekerjaan rumah utama Stadion Segiri. Intensitas pencahayaan yang tersedia saat ini masih berada di kisaran 1.000 lux, sementara standar pertandingan membutuhkan sekitar 1.500 hingga 1.600 lux.

Meski kebutuhan itu mendesak, pemindahan lampu dari Stadion Palaran tidak bisa diperlakukan sebatas memindahkan perangkat dari satu stadion ke stadion lain. Seluruh tahapan harus diawali kajian teknis, mulai dari kekuatan konstruksi tiang, kapasitas instalasi listrik, hingga kecocokan spesifikasi lampu yang akan dipasang.

“Prinsipnya Pemerintah Kota tidak ada masalah. Dalam rangka persiapan Borneo FC menghadapi liga dan AFC kami mendukung sepenuhnya. Tinggal mekanismenya yang harus kita sinkronkan,” ujarnya, Jum’at (3/7/2026).

Muslimin menjelaskan, setiap tiang lampu memiliki batas beban yang berbeda. Perbedaan merek maupun bobot lampu yang berasal dari Stadion Palaran harus dihitung secara cermat agar tidak menimbulkan risiko terhadap struktur penyangga di Stadion Segiri.

Persoalan itu belum termasuk sistem kelistrikan. Instalasi yang digunakan di Stadion Palaran belum tentu kompatibel dengan jaringan di Stadion Segiri sehingga seluruh aspek teknis perlu diuji sebelum pekerjaan dimulai.

“Jangan sampai nanti bobot lampu yang dipindahkan berlebihan sehingga bisa berakibat robohnya tiang. Begitu juga instalasi listriknya, apakah saling terhubung atau tidak. Semua itu harus melalui kajian teknis,” tegasnya.

Karena itu, Disporapar mendorong adanya koordinasi ulang yang melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, Dinas PUPR provinsi, Dinas PUPR kota, Dispora Kaltim, serta Disporapar Samarinda.

Menurutnya, pembahasan harus dilakukan langsung oleh para pengambil keputusan agar seluruh proses berjalan dalam satu arah dan tidak memunculkan kendala baru di lapangan.

Di luar persoalan pencahayaan, kondisi Stadion Segiri dinilai sudah memenuhi kebutuhan pertandingan. Rumput lapangan, tribun, hingga fasilitas pendukung lainnya hanya membutuhkan perawatan rutin agar tetap berada pada standar kompetisi profesional.

Perawatan tersebut pun tidak murah. Rumput stadion membutuhkan biaya puluhan juta rupiah setiap bulan, belum termasuk operasional lampu dan kebutuhan pemeliharaan fasilitas lainnya. Meski demikian, Pemkot menilai biaya tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga Stadion Segiri sebagai kandang Borneo FC.

“Kalau bicara kondisi stadion, sebenarnya tinggal lampunya saja yang menjadi perhatian. Selebihnya terus kami rawat agar tetap siap digunakan. Memang biayanya besar, tetapi itu bentuk dukungan kami terhadap sepak bola di Samarinda,” tukas Muslimin. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *