merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Disdag Samarinda Tegaskan Relokasi SGS Tak Kekurangan Kios

whatsapp image 2026 02 05 at 11.07.37
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE. ID, SAMARINDA — Isu dugaan kekurangan ratusan kios dalam proses relokasi pedagang ke Segiri Grosir Samarinda (SGS) menjadi sorotan publik. Pemerintah Kota Samarinda menegaskan informasi tersebut tidak sepenuhnya tepat dan perlu dilihat secara menyeluruh berdasarkan data keseluruhan Pasar Pagi.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, mengatakan hingga saat ini pemerintah belum menetapkan penyewa SGS karena proses relokasi masih berjalan bertahap dan membutuhkan sinkronisasi kebijakan. Ia menyebut penetapan penyewa akan dibahas bersama Wali Kota Samarinda pada relokasi tahap II.

“Minggu ini kami akan melakukan presentasi kepada Pak Wali Kota dalam rangka relokasi tahap kedua,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Nurrahmani menjelaskan, sasaran relokasi tahap II juga belum ditetapkan karena masih menunggu arahan Wali Kota dengan tetap mempertimbangkan data hasil relokasi sebelumnya.

“Sasaran relokasi tahap dua juga belum ditetapkan dan nantinya akan disesuaikan dengan arahan Pak Wali Kota, dengan tetap mempertimbangkan data yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, relokasi tahap I saat ini hampir rampung. Proses tersebut sempat dihentikan sementara karena masih terdapat pedagang yang belum mengambil kunci kios, sehingga memerlukan penyesuaian waktu pelaksanaan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagian besar pedagang telah menempati lokasi sesuai peruntukan. Adapun kendala teknis yang tersisa jumlahnya sangat terbatas dan akan terus dibenahi.

“Dari 1.804 kios, sebanyak 1.764 sudah sesuai penempatan. Jika masih ada kesalahan penempatan, seperti pedagang ayam berada di lantai kelontong, akan kami benahi dan jumlahnya pun sangat sedikit,” terangnya.

Menutup pernyataannya, ia menegaskan isu kekurangan kios seperti yang disampaikan DPRD perlu dilihat secara utuh. Menurutnya, angka tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Terkait isu kekurangan kios sebanyak 280 unit seperti yang disampaikan DPRD, hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Total kios di Pasar Pagi secara keseluruhan berada di kisaran 2.500 kios lebih,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *