KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, hipertensi, dan diabetes. Langkah ini dilakukan lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar rutin di berbagai lokasi publik, sekolah, hingga perkantoran.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, mengatakan, tren penyakit masyarakat kini bergeser dari penyakit infeksi menuju penyakit degeneratif akibat gaya hidup tidak sehat. “Kita sekarang berhadapan dengan tantangan baru. Bukan lagi penyakit infeksi, tapi penyakit degeneratif karena pola hidup,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Program CKG menjadi bagian dari strategi promotif dan preventif pemerintah daerah agar masyarakat sadar pentingnya deteksi dini. Dalam kegiatan ini, warga tidak hanya mendapat layanan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol, tetapi juga penyuluhan tentang pentingnya olahraga, pola makan sehat, dan berhenti merokok.
“Cek kesehatan tidak hanya untuk yang sudah sakit. Justru yang sehat harus rutin memeriksa diri agar bisa mencegah sejak dini,” tegas Sumarno.
Dinas Kesehatan juga menggerakkan seluruh puskesmas di Kutim untuk memperkuat Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu PTM) di tingkat desa. Melalui Posbindu, warga bisa memantau kondisi kesehatannya setiap bulan tanpa biaya. “Kami dorong setiap puskesmas memiliki minimal satu Posbindu aktif di wilayah kerjanya,” jelasnya.
Menurut Sumarno, pencegahan lebih murah daripada pengobatan. Dengan gaya hidup sehat dan kesadaran tinggi, beban pembiayaan kesehatan masyarakat dapat ditekan. “Kalau masyarakat sehat, rumah sakit tidak akan penuh. Kesehatan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar Kutim Sehat 2025, yang menargetkan terwujudnya masyarakat sehat, produktif, dan berdaya saing. (adv/diskominfokutim/yud)