merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

BPSDM Kaltim Awali 2026 dengan Penghargaan Kinerja dan Kompetensi ASN

img 20260106 wa0025
Foto Bersama Setelah Apel Pagi (yud/kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Mengawali tahun kerja 2026, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmen penguatan kualitas aparatur melalui pemberian apresiasi kepada ASN berprestasi. Momentum tersebut ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada 10 ASN peraih jam pelajaran (JP) tertinggi pada pengembangan kompetensi (Bangkom) sepanjang 2025, yang disampaikan langsung Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, saat memimpin apel pagi di halaman Kantor BPSDM Kaltim, Selasa (6/1/2026).

Apresiasi berupa piagam dan cinderamata ini menjadi simbol pengakuan atas konsistensi ASN agar meningkatkan kapasitas diri di tengah tuntutan birokrasi yang terus berkembang. Pada kesempatan yang sama, Nina Dewi juga menyampaikan capaian kinerja organisasi, di mana serapan anggaran BPSDM Kaltim berhasil menembus peringkat lima besar di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Capaian tersebut dinilai mencerminkan tata kelola yang efektif dan akuntabel.

Sejalan dengan itu, BPSDM Kaltim juga memberikan penghargaan kepada para Pejabat Administrator (eselon III) berdasarkan kinerja unit kerja. Hasil penilaian menempatkan:

  1. Sekretariat BPSDM Kaltim sebagai peringkat pertama (diterima Sekretaris BPSDM Kaltim, Rina Kusharyanti).
  2. Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) peringkat kedua (diterima Kepala Bidang PKMF, Apriyana).
  3. Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis (PKT) peringkat ketiga (diterima Kepala Bidang PKT, Roslinda).
  4. Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan (SKPK) peringkat keempat (diterima Kepala Bidang SKPK, Djaitun).

Dalam arahannya, Nina Dewi mengingatkan tantangan tahun anggaran 2026 yang mengalami penurunan pagu sekitar 65 persen. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga etos kerja dan profesionalisme.

“BPSDM menganut mandatori spending sebesar 0,37 persen dari total APBD Kaltim. Oleh karena itu, saya optimistis melalui mekanisme APBD Perubahan, pada Tahun 2026 akan ada tambahan anggaran sehingga tidak terlalu jauh dari ketentuan mandatori spending,” ujar Nina Dewi.

Pemberian penghargaan Bangkom mencatat fakta menarik: enam dari 10 peraih JP tertinggi merupakan pejabat fungsional Widyaiswara. Rinciannya:

  1. Novi Satria Jatmiko (Widyaiswara Ahli Pertama).
  2. Muhammad Deny Sahroni (Widyaiswara Ahli Madya).
  3. Mochamad Ridwan (Widyaiswara Ahli Pertama).
  4. Hermi Yunisa (Widyaiswara Ahli Pertama).
  5. Sugeng Chairuddin (Widyaiswara Ahli Utama).
  6. Surmiati (Widyaiswara Ahli Pertama).
    7-10. Fandik, Herlina, Meta, Urai Gani, dan Meta dari sekretariat serta bidang-bidang di lingkungan BPSDM Kaltim.

Koordinator Widyaiswara BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi, menilai capaian ini mencerminkan budaya belajar yang kuat.

“Sebagai Widyaiswara, tugas utama kita adalah menjadi fasilitator pembelajaran, melakukan transfer pengetahuan, serta memberikan keteladanan. Oleh karena itu, Widyaiswara harus senantiasa menjadi manusia pembelajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Artinya, capaian mereka sudah jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Ini merupakan hal yang sangat positif dan patut diapresiasi.”

Melalui rangkaian apresiasi ini, BPSDM Kaltim menegaskan, peningkatan kompetensi ASN tetap menjadi prioritas, sekaligus fondasi agar menjaga kualitas layanan publik di tengah dinamika kebijakan dan keterbatasan anggaran. (yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *