merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Bantah Isu Tinggalkan Gerindra, Andi Harun: Saya Memang Tak Pernah Diundang Acara Partai

img 20260626 wa0012
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Isu Wali Kota Samarinda Andi Harun akan meninggalkan Partai Gerindra ditepis mentah-mentah. Ia memastikan tak pernah memiliki niat berpindah partai, terlebih posisi yang kini diembannya lahir dari dukungan penuh Gerindra.

Menurutnya, spekulasi yang berkembang belakangan sama sekali tidak memiliki dasar. Baginya, tak ada alasan logis untuk meninggalkan partai yang telah mengantarkannya memimpin Kota Tepian.

“Bagaimana mungkin saya berpikir ke partai lain? Saya maju sebagai wali kota atas dukungan penuh Partai Gerindra. Apa alasan saya untuk pindah partai? Sama sekali tidak ada,” tegasnya, Kamis (26/6/2026) malam.

Andi Harun juga meluruskan anggapan yang menyebut dirinya jarang mengikuti agenda internal Gerindra di tingkat provinsi. Ia mengaku bukan sengaja absen, melainkan memang tidak pernah menerima undangan dari DPD Gerindra Kalimantan Timur.

Sebaliknya, setiap agenda yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra, baik konsolidasi kepala daerah maupun pertemuan kader di Jakarta dan Hambalang, selalu dihadirinya. “Saya tidak pernah diundang DPD. Tapi kalau kegiatan DPP, saya selalu hadir karena memang diundang,” ujarnya.

Di balik ramainya isu tersebut, ia tidak menutup kemungkinan ada pihak yang sengaja membangun opini untuk merusak reputasi politiknya. Bahkan, ia menyebut kemungkinan itu bisa saja datang dari internal partai sendiri.

“Saya khawatir isu itu bisa saja bersumber dari dalam partai. Mungkin ada yang tidak senang dengan reputasi saya. Tapi itu bukan problem saya, itu problem yang bersangkutan,” katanya.

Meski demikian, Andi Harun mengaku tidak ingin larut dalam manuver politik semacam itu. Menurutnya, politik seharusnya dibangun dengan kompetisi yang sehat, bukan dengan cara menjatuhkan pihak lain melalui isu atau fitnah.

Ia juga membantah spekulasi yang mengaitkan namanya dengan Pilkada di luar Kalimantan Timur, termasuk isu maju di Kalimantan Utara. Menurutnya, isu tersebut tidak masuk akal jika dilihat dari realitas politik.

“Kalau saya mau maju, ya tentu di Kaltim. Siapa yang kenal saya di Kaltara? Orang yang mengisukan itu berarti belum tuntas belajar politik,” sindirnya.

Andi Harun menegaskan, fokusnya saat ini tetap menuntaskan amanah sebagai Wali Kota Samarinda. Ia mengaku belum memiliki pikiran untuk mengejar jabatan politik lain ketika masa kepemimpinannya masih berlangsung.

Di sisi lain, ia kembali mengingatkan bahaya politik berbiaya tinggi. Menurutnya, praktik tersebut kerap menjadi pintu masuk penyalahgunaan kekuasaan karena ada dorongan untuk mengembalikan modal politik.

“Kalau ada orang maju dengan biaya politik yang berlebih-lebihan, ujung-ujungnya korupsi. Bohong kalau dia tidak memikirkan bagaimana mengembalikan modal,” ujarnya.

Setelah lebih dari 30 tahun berkecimpung di dunia politik, Andi mengaku kini lebih memilih menuntaskan tanggung jawab yang telah dipercayakan masyarakat Samarinda daripada sibuk mengejar spekulasi politik baru.

“Intinya hari ini saya tidak berpikiran apa pun. Saya menghormati pilihan masyarakat Samarinda yang masih memberi amanah kepada saya sebagai wali kota,” tutupnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *