merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Anggaran Terpangkas, Pasar Murah 2026 di Kutim Tak Lagi Menjangkau Semua Kecamatan

img 20251122 wa0009
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani.

KALTIMVOICE.ID, SANGATTA – Program pasar murah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang selama ini menjangkau 12 kecamatan dipastikan tidak dapat berjalan seluas tahun-tahun sebelumnya. Pemangkasan anggaran dari Rp9-10 miliar menjadi sekitar Rp5 miliar membuat cakupan program menyusut hampir setengahnya.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, membenarkan penurunan tersebut dan menyebut dampaknya sangat signifikan. “Dengan anggaran Rp10 miliar, kami bisa menjangkau 12 kecamatan. Tapi kalau hanya Rp5 miliar, jelas tidak bisa,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Menurut Nora, pasar murah merupakan instrumen pengendalian harga paling efektif di wilayah-wilayah dengan akses terbatas seperti Sandaran, Busang, dan Karangan. Tetapi dengan anggaran terbatas, pemerintah harus menentukan kecamatan prioritas berdasarkan kerawanan harga, jarak distribusi, dan jumlah penduduk rentan.

Paket pasar murah yang biasanya berisi komoditas senilai Rp300 ribu dan ditebus Rp100 ribu diperkirakan akan berkurang drastis jumlahnya. “Dampaknya akan sangat terasa. Beberapa kecamatan mungkin tidak mendapatkan pasar murah sama sekali,” kata Nora.

Keterbatasan anggaran juga mengurangi ruang gerak Disperindag untuk menambah stok cadangan menghadapi lonjakan harga saat hari besar keagamaan. Pemerintah kini akan mengandalkan kerja sama lebih erat dengan Bulog dan distributor.

Nora berharap kondisi fiskal membaik agar pasar murah dapat kembali menjangkau seluruh kecamatan. “Ini bukan sekadar pembagian sembako. Ini instrumen pengendalian inflasi,” tegasnya. (adv/diskominfokutim/yud)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *