desain sukseskan kukar idaman terbaik

Rudy Mas’ud Minta Warga Tunda Pembukaan Lahan, Titik Panas Kaltim Hampir Salip Jambi

whatsapp image 2026 09 21 at 14.58.33
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud usai briefing bersama kepala perangkat daerah di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2026). (Foto: mell/Kaltimvoice.id)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud mengimbau masyarakat menunda pembukaan lahan musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung.

Saat ini, kondisi Kaltim masih sangat kering. Debit air di sungai-sungai mengalami penyusutan, sementara titik panas (hotspot) terus terpantau di berbagai wilayah.

“Berkaitan apalagi sungai kita kering, areal kita saat ini juga masih sangat kering,” kata Rudy usai briefing bersama kepala perangkat daerah di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2026).

Kaltim memang belum termasuk enam provinsi yang menjadi perhatian utama pemerintah pusat dalam penanganan karhutla, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Namun, jumlah titik panas di Kaltim disebutnya sudah mendekati, bahkan hampir melampaui Jambi.

Karena itu, ia meminta langkah pencegahan diperkuat. Rudy menilai pembakaran lahan dan sampah dalam kondisi kering dapat memperbesar risiko kebakaran meluas serta memperburuk sebaran asap.

“Kita selalu mengimbau kepada masyarakat untuk saat ini tidak melaksanakan pembakaran lahan ataupun pembakaran sampah di sekitaran areal-areal yang sudah terbakar,” ujarnya.

Rudy juga meminta pembukaan lahan baru ditunda hingga musim penghujan. Kondisi kemarau saat ini belum memungkinkan aktivitas tersebut dilakukan karena lahan berada dalam keadaan mudah terbakar.

“Untuk pembukaan lahan hari ini, kalau sekarang jangan dulu karena dampaknya hari ini darurat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, karhutla, dan asap akibat karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/K.277/2026. Status tersebut berlaku hingga 30 November 2026.

Data pemerintah pada pertengahan September juga menunjukkan peningkatan perhatian terhadap karhutla di Kaltim. Kementerian Kehutanan mencatat titik panas di wilayah ini meningkat dalam beberapa hari dan mendorong penguatan patroli serta respons cepat, khususnya di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara.

Lebih lanjut, Rudy berharap hujan segera turun untuk membasahi lahan dan mengurangi jumlah titik panas yang masih muncul. Ia juga mengajak seluruh pihak bekerja sama mencegah kebakaran agar tidak semakin meluas.

“Mudah-mudahan kalau hujan ini segera turun, titik-titik daripada spot-spot panas yang terjadi di Kalimantan Timur ini bisa semakin berkurang,” pungkasnya. (mell)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *