merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Harga Cabai dan Bawang Mulai Bergerak Naik Jelang Libur Panjang Akhir Tahun

img 20251210 wa0009
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat melakukan sidak di Pasar Merdeka. (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Samarinda mulai memperketat pemantauan terhadap pergerakan harga dan suplai bahan pangan. Pengawasan dilakukan langsung di lapangan melalui serangkaian kunjungan mendadak ke sejumlah titik distribusi penting, seperti Pasar Merdeka, SPBU Sentosa, Indo Grosir, serta gudang Bulog.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, memimpin pengecekan tersebut sebagai langkah antisipasi atas meningkatnya aktivitas masyarakat di penghujung tahun. Ia ingin memastikan kondisi pasokan tetap stabil, terutama karena beberapa komoditas cenderung rentan mengalami lonjakan harga di periode ini.

Dari hasil pemantauan yang berlangsung pada Rabu (10/12/2025), sebagian besar kebutuhan pokok terpantau aman. Namun, Saefuddin mendapati adanya kenaikan cukup terasa pada sejumlah produk pertanian, khususnya bawang merah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti temuan ini dalam rapat koordinasi bidang perekonomian. “Kalau kita lihat secara keseluruhan, bapokting masih aman. Hanya bawang merah yang naik cukup tinggi, dan nanti kami bahas solusinya supaya harga bisa stabil,” jelasnya.

Selain bawang merah, komoditas cabai juga mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan laporan pedagang serta pengakuan distributor, cuaca ekstrem di daerah pemasok menjadi pemicu utama. Hujan dan banjir di sentra produksi membuat distribusi tersendat, sehingga pasokan menurun sementara permintaan terus meningkat. “Cabai dan bawang merah naik karena daerah produksinya hujan dan banjir. Barang sedikit, permintaan banyak, jadi otomatis harga naik,” katanya.

Meskipun demikian, Saefuddin menilai gejolak harga masih dalam tahap wajar. Mayoritas komoditas tetap stabil, dan tidak ada indikasi kelangkaan yang berpotensi menyebabkan gangguan pasokan dalam skala besar. “Dari banyak komoditas, hanya satu dua yang bermasalah. Itu masih wajar, dan kami pastikan bapokting di Samarinda tetap aman,” ucapnya.

Untuk beras, pemantauan di Bulog dan distributor menunjukkan kondisi yang cukup meyakinkan. Baik harga maupun stok masih terkendali dan dinilai aman hingga akhir tahun. “Untuk beras tidak ada masalah. Stok aman dan terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, elpiji 3 kilogram juga tidak menunjukkan tanda-tanda kelangkaan. Kendala yang muncul hanya keterlambatan distribusi di beberapa titik, namun jumlah stok di lapangan tetap tersedia. “Gas tiga kilogram juga aman. Hanya kadang terlambat datang, tetapi stoknya tidak kosong,” katanya.

Menghadapi potensi gejolak harga ke depan, Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan opsi pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan. Langkah ini akan diambil apabila harga komoditas tertentu tidak menunjukkan penurunan dalam beberapa hari mendatang. “Kalau memang perlu operasi pasar, kami siap laksanakan untuk menstabilkan harga,” tutupnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *