KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Di tengah upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, Koperasi Merah Putih (KMP) Lempake muncul sebagai salah satu contoh nyata bagaimana gerakan ekonomi rakyat bisa tumbuh dari bawah.
Koperasi yang berpusat di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara ini kini mulai melangkah lebih jauh dengan rencana pengembangan peternakan domba berkelanjutan, sebuah program yang dinilai prospektif bagi ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Langkah ini bukan tanpa persiapan. Setelah melakukan studi kelayakan dan pemetaan potensi wilayah, KMP Lempake mendapati bahwa Lempake memiliki kondisi yang cocok untuk usaha peternakan.
Dari hasil analisis tersebut, koperasi kemudian memaparkan rencana kerja kepada Wali Kota Samarinda sebanyak dua kali dalam rentang Oktober hingga awal November 2025 untuk menyampaikan hasil kajian sekaligus meminta dukungan kebijakan daerah.
Ketua KMP Lempake, Adung K.S. Utomo, menuturkan bahwa pertemuan itu menjadi lanjutan dari rencana besar koperasi untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan yang selama ini belum tergarap maksimal di kawasan Samarinda Utara.
“Pertemuan dengan pak wali kota ini kali kedua, setelah tanggal 20 kemarin kami diterima setelah kami sampaikan rencana kerja Koperasi Merah Putih. Rencana itu tentang potensi wilayah, potensi terbesar kita adalah pertanian termasuk peternakan, kita ingin menggalakannya di situ. Tapi butuh lahan untuk kembangkan itu,” ujar Adung, Kamis (6/11/2025).
Hasil analisis yang disampaikan KMP Lempake menunjukkan bahwa peternakan domba memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus peluang membuka lapangan kerja baru. Gagasan itu disambut positif oleh Wali Kota Samarinda, yang memberi dukungan dengan menyiapkan lahan milik pemerintah kota agar dapat dikelola koperasi.
“Untuk peternakan domba itu cukup menjanjikan, maka tadi Bapak sudah memberikan persetujuan untuk menyiapkan lahan pemerintah kota untuk dikelola Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.
KMP Lempake menargetkan peternakan ini sebagai sektor unggulan yang dapat menjadi penopang utama perekonomian warga. Adung menyebut, koperasi telah menyiapkan skema kerja sama yang melibatkan pemerintah kota, koperasi, dan pemerintah provinsi agar program berjalan terarah dan berkelanjutan.
Pemkot Samarinda akan menyediakan lahan, koperasi bertugas menjalankan kegiatan usaha, sementara dukungan permodalan diharapkan datang dari Pemprov Kaltim. Lahan seluas 1,1 hektare pun telah disiapkan sebagai lokasi pengembangan tahap pertama.
“Pendanaan belum, kami tidak mengakses pembiayaan dari Pemkot karena kami butuh support untuk penyediaan lahannya. Untuk target realisasi tahun depan. Tahun ini sudah diinstruksikan ke BPKAD untuk ditentukan mana yang akan dikelola koperasi. Itu memang lahan kosong dan posisinya di Kelurahan Lempake,” jelasnya.
Meski fokus pada peternakan, KMP Lempake tetap menjaga keberlangsungan unit usaha yang telah berjalan, seperti gerai sembako dan distribusi gas elpiji. Kedua unit ini menjadi fondasi ekonomi koperasi yang terus dijalankan meski sempat terkendala modal.
“Itu masih berjalan, kendalanya untuk sembako, ya, di permodalan karena Himbara belum mengucurkan untuk itu. Makanya kami sikapi dengan bekerja sama dengan pihak ketiga,” ucap Adung.
Sementara untuk sektor distribusi gas elpiji, proses pengiriman mulai stabil meski pasokan masih terbatas. “Saat ini alhamdulillah pengiriman mulai lancar, hanya kuotanya masih kecil, satu pekan cuma 70-an tabung saja. Kita berharap itu bisa ditingkatkan. Kalau gas datang satu jam habis, distribusi masih lancar setiap hari Senin kita dapat kiriman dari agen,” tutupnya. (ns)