merah hitam putih modern berita terkini banner youtube

Wagub Sidak Empat Rumah Sakit, Temukan RSUD AWS Padat Pasien, Sisanya Lengang

img 20251030 wa0004
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji saat melakukan sidak ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie pada Rabu malam (29/10/2025). (ns/kaltimvoice)

KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA —Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah sakit daerah di Kota Samarinda pada Rabu (29/10/2025) malam. Dalam peninjauan tersebut, ia mendatangi empat rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memastikan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Hasil sidak itu cukup mengejutkan. Dari empat rumah sakit yang dikunjungi, tiga di antaranya, RSJD Atma Husada, Rumah Sakit Mata Daerah, dan RS Korpri Aji Muhammad Salehuddin II tampak sepi pasien.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan suasana di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) yang justru masih menjadi rumah sakit rujukan utama warga dan terlihat padat aktivitas.

Menurut Seno, kunjungan mendadak ini dilakukan agar dirinya bisa melihat secara langsung bagaimana pelayanan kesehatan berjalan di lapangan. “Saya ingin mengetahui secara riil bagaimana rumah sakit ini melayani masyarakat,” ujar Seno Aji.

Wagub Kaltim itu mengaku heran dengan minimnya pasien di tiga rumah sakit tersebut, padahal secara fisik dan fasilitas sudah sangat memadai. “Tiga rumah sakit ini kosong. Kondisinya bagus, peralatannya lengkap, tapi mereka (masyarakat) lebih memilih AWS,” ungkapnya.

Ia menilai fenomena tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya sosialisasi kepada publik terkait keberadaan dan kapasitas rumah sakit lain di luar AWS. Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa rumah sakit daerah lainnya juga memiliki pelayanan umum dengan fasilitas lengkap.

Seno pun meminta Dinas Kesehatan Kaltim segera melakukan langkah cepat untuk mengatasi ketimpangan persebaran pasien antar rumah sakit tersebut. “Artinya sosialisasi ke masyarakat yang harus ditingkatkan lagi. Kita ingin ketiga rumah sakit ini bisa digunakan masyarakat juga,” tegasnya.

Ia menambahkan, sosialisasi akan segera digencarkan agar masyarakat tidak hanya berfokus ke satu rumah sakit rujukan saja. “Besok kita akan lakukan sosialisasi. Supaya nanti masyarakat paham, tidak hanya AWS, ada banyak rumah sakit yang bisa menampung Instalasi Gawat Darurat,” tambahnya.

Meski menyoroti rumah sakit yang sepi pasien, Seno Aji tetap memberikan penilaian positif terhadap RSUD AWS. Ia mengaku pelayanan di rumah sakit terbesar di Kaltim itu kini sudah jauh lebih baik. Tidak ditemukan antrean panjang maupun pasien yang menunggu lama untuk mendapatkan perawatan.

“Kalau temuan (negatif) tidak ada, jadi backlog antrian juga sudah baik. Kemudian saya lihat dari layar monitor, ketersediaan bet (tempat tidur) cukup,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berjalan lancar. “Tadi saya masuk ke dalam, semua terlayani dengan baik. Termasuk penyakit-penyakit yang berat, seperti jantung, tadi terlayani dengan baik,” katanya.

Kendati demikian, ia tetap menilai perlu ada penambahan kapasitas tempat tidur, terutama untuk menyeimbangkan jumlah pasien di tiap kelas perawatan. Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Provinsi Kaltim berencana mempercepat pembangunan Gedung Pandurata di kawasan RSUD AWS.

“Kita kan punya gedung Pandurata. Nah kita akan percepat penyelesaian gedung itu supaya nanti ada, ya paling tidak ada 700 tempat tidur lah yang bisa digunakan untuk masyarakat,” ujarnya.

Seno Aji berharap, peningkatan kualitas pelayanan di seluruh rumah sakit daerah tidak hanya berlangsung sementara, tetapi menjadi budaya kerja yang berkelanjutan. “Mudah-mudahan ini suasana yang real dan tidak dibuat-buat. Nanti kita akan secara berkala kita lakukan sidak seperti ini supaya tetap bagus untuk masyarakat,” tutupnya. (ns)

Share:

Facebook
Telegram
WhatsApp
X

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *