KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA — Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda terus menunjukkan progres positif. Dari total 38 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi, sebanyak 28 dapur telah dinyatakan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan melalui Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Ismed Kusasih, mengatakan proses sertifikasi dilakukan secara bertahap dengan serangkaian pemeriksaan ketat. Sertifikat SLHS diberikan setelah dapur dinilai layak dari sisi pengelolaan makanan hingga kondisi lingkungan.
“Terbaru sudah kami periksa dan keluarkan sertifikasi SLHS-nya ada 28 dapur, sisanya masih dalam proses,” ujar Ismed, Sabtu (27/12/2025).
Ia menjelaskan, dapur SPPG yang telah mengantongi SLHS wajib memenuhi sejumlah persyaratan utama, mulai dari pelatihan bagi penjamah makanan, pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, hingga inspeksi langsung terhadap sarana dan prasarana dapur. “Artinya mereka sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, baik dari sisi kebersihan, kesehatan pekerja, maupun kelayakan fasilitas,” jelasnya.
Sementara itu, dapur SPPG yang belum tersertifikasi masih menjalani proses evaluasi lanjutan, terutama terkait kualitas lingkungan dan pemenuhan standar sanitasi secara menyeluruh. Ismed menambahkan, untuk mendukung pelaksanaan Program MBG secara optimal di seluruh wilayah Samarinda, kebutuhan ideal dapur SPPG diperkirakan mencapai 72 unit.
Ia optimis target tersebut dapat direalisasikan secara bertahap hingga 2026.“Dari pemerintah kota, sesuai instruksi Kementerian Kesehatan, kami siap,” pungkasnya. (ns)