KALTIMVOICE.ID, SAMARINDA – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menyiapkan langkah strategis agar memperkuat kualitas event daerah melalui pembentukan tim kurator event pada tahun ini. Tim tersebut akan melakukan evaluasi langsung terhadap 20 event unggulan yang telah ditetapkan, guna memastikan event-event tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, menyampaikan, tim kurator nantinya akan mendatangi satu per satu event agar menilai keunggulan serta kekurangan yang ada. Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan event.
“Insyaallah di tahun ini kita akan membuat tim kurator. Teman-teman kurator ini nanti mendatangi 20 event untuk mengevaluasi apa yang menjadi kehebatan dan apa yang menjadi kekurangannya,” ujar Awang Khalik, Sabtu (10/1/26).
Ia optimistis, 20 event tersebut akan menjadi daya dobrak bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. Pasalnya, sebagian besar event yang dipilih merupakan event berbasis budaya yang memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif.
“Event-event yang kami pilih ini kebanyakan event budaya. Dalam event budaya itu ada sinergi dengan teman-teman pelaku ekraf,” jelasnya.
Awang mencontohkan, pada event budaya biasanya turut hadir pameran ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kuliner dan fashion. Produk kuliner tradisional kini tidak hanya ditampilkan secara konvensional, tetapi juga dikemas melalui inovasi yang menyesuaikan selera generasi muda.
“Dari sisi kuliner, makanan tradisi sudah diinovasi dengan makanan-makanan kekinian anak muda. Dari sisi fashion juga ada paduan antara tradisi dan modern, dan itu sekarang menjadi up to date,” ungkapnya.
Menurutnya, event pariwisata harus menjadi ruang kerja yang nyata bagi pelaku ekonomi kreatif agar terus melahirkan karya dan produk yang terbarukan. Inovasi berkelanjutan menjadi kunci agar produk lokal memiliki nilai jual dan mampu bersaing.
Pengembangan event budaya tersebut juga dilakukan melalui sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), balai kebudayaan, hingga komunitas-komunitas seni dan pelaku budaya di daerah. Kolaborasi ini dinilai penting dalam membangun ekosistem seni dan budaya yang kuat.
Ia juga menyinggung keberadaan komunitas kreatif lokal yang kini mulai menjadi ikon dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Salah satunya adalah komunitas musik Murphy Radio, yang sebelumnya dilibatkan Kementerian Ketenagakerjaan pada pembuatan video musik dan telah melalui proses kurasi Dispar Kaltim.
“Dari sisi nilai jual dan jumlah pengikut, mereka cukup kuat. Harapannya, ikon ini bisa menjadi media transfer pengetahuan dan pembelajaran bagi penggiat musik lainnya,” katanya.
Melalui penyelenggaraan 20 event unggulan tersebut, Dispar Kaltim berharap mampu menarik kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, seperti Hudoq di Mahakam Ulu, Lom Plai di Kutai Timur, Wahau, hingga Maratua. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri, namun kekuatan utama Kalimantan Timur tetap bertumpu pada kekayaan alam dan tradisi budaya.
“Setiap kota punya pembeda, tapi intinya kekuatan kita ada pada alam dan tradisi,” pungkas Awang Khalik. (yud)